Breaking News:

Pulihkan Trauma Korban Tanah Longsor Nganjuk, Tagana Jatim Siapkan Program Pemulihan Psikis

Tagana Jatim menyiapkan serangkaian program pemulihan psikis korban terdampak tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Nganjuk, Jatim

TribunJatim.com/ Luhur Pambudi
Program penanganan trauma psikis korban longsor Nganjuk 

Reporter: Luhur Pambudi | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Tagana Jatim menyiapkan serangkaian program pemulihan psikis korban terdampak tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Nganjuk, Jatim.

Program pemulihan itu mencakup anak-anak, orang dewasa, atau pun orang lanjut usia (lansia). 

Tujuannya mengatasi trauma pascabencana, dan mengembalikan fungsi sosial para korban agar kembali adaptif menatap masa depan lebih baik.

Ketua Koordinator Tagana Jatim Twiadi mengatakan sejak pagi hari para korban pengungsi sudah diajak untuk berolahraga ringan. 

Baca juga: Kisah Robi, Selamat Berkat Ucapan Ibu, Ingat Rumah Tetangga Amblas Tertelan Longsor Nganjuk

Setelah itu, khusus anak-anak, akan diajak belajar dan bermain, dengan pendampingan oleh para relawan.

"Kami kembali menguatkan mereka yang mengalami bencana, mereka yang ada di sekitar bencana. Otomatis mereka secara psikis, ada ingatan, kecemasan, dan ketakutan. Kami hadir memberikan penguatan itu," katanya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi pengungsian, Rabu (17/2/2021).

Sedangkan untuk remaja dan dewasa. Pihak Tagana juga menyediakan sesi sharing and counseling yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi problem mentalitas dalam diri.

Tak hanya itu, ungkap Twiadi, pihaknya juga menyediakan unit tenaga medis yang standby di dalam area posko yang berlokasi di SDN 03 Ngetos.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara cepat, manakala ada korban yang mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Saat ini tercatat ada 33 kepala keluarga (KK) yang tinggal di posko pengungsian. Terdiri 130 orang, 31 orang diantaranya lansia, 60 orang dewasa, 14 orang remaja, 14 orang remaja, dan 10 anak balita.

"Kami juga ada berbagai potensi pendukung layanan sosial. Kami tidak menutup diri, siapa pun yang memiliki potensi pendukung psikologi sosial, seperti Santana Lamongan, dompet duafa, peksos, yayasan ontoseno," tuturnya.

Sementara itu, Robi (47) kakek satu cucu korban selamat tanah longsor mengatakan semua kebutuhan para pengungsi di dalam posko sudah tercukupi.

Mulai dari bahan makanan, pakaian, perlengkapan bayi, pelengkapan bersih-bersih.

"Ini sudah diusulkan bantal, tapi belum datang. Sudah ada semua. Alhamdulillah sudah tercukupi," ujar pengusaha bakso yang membuka kios di Rungkut Surabaya itu.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved