Ngaji Gus Baha

Gus Baha Sebut Maksud Tanda Sujud Itu Cahayanya, Bukan Jidat Hitam: Jidat Hitam Itu Masalah Sajadah

Metode ceramah Gus Baha yang menggunakan bahasa-bahasa sederhana dan menyejukkan hati juga membuat kiai yang murah senyum itu dikagumi semua kalangan.

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Ficca Ayu Saraswaty
Instagram.com/@gusbahaonline
Gus Baha atau Kiai dengan nama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim. Kata Gus Baha, kelak di Padang Mahsyar (tempat berkumpul di akhirat), para malaikat akan menyeleksi manusia apakah ada tanda sujudnya atau tidak. 

Reporter: Yoni Iskandar | Editor: Ficca Ayu Saraswaty

TRIBUNJATIM.COM - Gus Baha kali ini menyampaikan ceramah dengan mengulas soal tanda sujud.

Gus Baha menyebut salah kaprah jika tanda sujud itu jidat yang hitam atau tidak hitam .

Menurut Gus Baha, jidat hitam itu permasalahannya ada pada sajadah.

Ia lalu memberi contoh jika seseorang sujudnya lama tetapi sajadahnya bagus dan empuk mungkin tidak bisa sampai membekas hitam pada jidat.

Kiai dengan nama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim itu lalu mengingatkan umat muslim "Dengan status sujud yang seperti itu dan fungsinya seperti itu, kenapa ketika kamu sujud kok terburu-buru bangun? Kan nanti yang menyelamatkan kamu dan identitas kamu itu sujud."

Profil Gus Baha

Gus Baha yang kelahiran 1970 itu mengasuh Pondok Pesantren Alquran di Kragan, Narukan, Rembang, Jawa Tengah. Nama santri kesayangan almarhum KH Maimoen Zubair ini mengilap karena memiliki pengetahuan mendalam tentang Alquran.

Gus Baha sejak kecil sudah mendapat ilmu dan hafalan Alquran dari ayahnya, KH Nursalim Al-Hafidz. Maka tidak heran apabila Gus Baha menjadi ahli tafsir Alquran. Sehingga sangat diidolakan anak-anak muda atau yang biasa disebut kaum milenial.

Metode ceramah Gus Baha yang menggunakan bahasa-bahasa sederhana dan menyejukkan hati juga membuat kiai yang murah senyum itu dikagumi semua kalangan.

Di kalangan umat Islam terkadang ada yang keliru dalam memaknai ayat yang menerangkan wajah yang terdapat bekas sujud ( jidat hitam ). Tidak sedikit kaum muslimin, beberapa orang secara sengaja membuat bekas semacam tanda hitam di jidat kepalanya.

Baca juga: Kumpulan Quotes Gus Baha Tentang Jodoh dan Rezeki, Buat Motivasi Hidup Tetap Bahagia dalam Beribadah

Gus Baha atau Kiai dengan nama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim.
Gus Baha atau Kiai dengan nama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim. (Instagram.com/@gusbahaonline)

Terkait masalah tersebut, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha dalam suatu majelis ngaji Tafsir Al-Qur’an bersama para santri menjelaskan, bahwa semua yang hidup ini pasti akan meninggal dunia (mati). Dan yang paling kita kenang saat mati adalah di masa hidup pernah melakukan sujud. Hal ini karena sujud merupakan identitas kita.

Selain itu kata Gus Baha, kelak di Padang Mahsyar (tempat berkumpul di akhirat), para malaikat akan menyeleksi manusia apakah ada tanda sujudnya atau tidak.

"Maksud tanda (bekas) sujud bukan jidat yang hitam, melainkan cahayanya (Nur). Tidak ada ulama yang berpendapat bahwa tanda sujud itu jidat yang hitam atau tidak hitam," papar Gus Baha.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved