Bantuan APBD untuk Museum SBY di Pacitan Disoal PDI Perjuangan, Demokrat-Gerindra Pasang Badan
Bantuan APBD untuk pembangunan Museum SBY di Pacitan disoal PDI Perjuangan, Partai Demokrat hingga Gerindra pasang badan.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika
Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jawa Timur disoal PDI Perjuangan.
Partai Demokrat dan Gerindra pun memberikan sanggahan.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono menyoal APBD sebesar Rp 9 miliar untuk mendukung pendirian Museum SBY di Pacitan.
"Ini sangat menyakiti hati rakyat, mengkhianati amanat penderitaan rakyat, apalagi di masa pandemi Covid-19 di mana rakyat sedang kesusahan,” ujar Deni Wicaksono di Surabaya.
Menurut Deni Wicaksono, uang sebanyak itu sebaiknya digunakan untuk membeli beras hingga pulsa untuk akses internet bagi pelajar.
Sebab, Deni Wicaksono menilai Pacitan sebagai salah satu kantong kemiskinan di Jawa Timur.
“Duit Rp 9 miliar itu bisa untuk membeli beras 900 ribu yang bisa dibagikan ke rakyat miskin, memfasilitasi lebih dari 500 ribu pelajar dengan bantuan paket data 1 GB, atau memberi ribuan beasiswa untuk mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah di masa pandemi,” imbuh Deni Wicaksono.
Baca juga: PDI Perjuangan Jawa Timur Kawal Musancab di Kabupaten/Kota, Pastikan Kader Akar Rumput Solid
Baca juga: Pemprov Jatim Gelontor Hibah Rp 9 M untuk Museum SBY, Demokrat: Wisata Pacitan Akan Ikut Terdongkrak
Deni Wicaksono mengutip data kemiskinan di Pacitan yang mencapai 14,54 persen di tahun 2020.
"Ini termasuk yang tertinggi di Jatim," katanya.
"Demikian pula pendapatan per kapita rakyat Pacitan baru Rp 28 juta per orang per tahun. Hanya separuh dari rata-rata pendapatan per kapita di Jatim,” ujarnya.
“Dana bantuan Rp 9 miliar untuk Museum SBY adalah hal ironis di tengah fakta kemiskinan Pacitan yang begitu besar. Apalagi kalau kita lihat bentuk Museum SBY seperti istana mewah, yang menjauh dari realita hidup rakyat,” tegas politisi muda alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu.
Hal ini mendapat tanggapan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur Sri Subiati.
Ia heran mengaku dengan pernyataan tersebut.
Baca juga: Gerak Cepat AHY Selamatkan Demokrat dari Potensi Dualisme, Sekjend DPP: Jika Tidak, Masa Depan Lain
Baca juga: PDIP Kumpulkan 11 Kepala Daerah Terpilih Jatim, Gelar Rapat Konsolidasi, Jalankan Amanah Partai
"Dimana salahnya? Sebab, ini tujuannya jelas. Demi mengangkat perekonomian Pacitan dengan menciptakan sebuah destinasi wisata baru skala nasional,” kata perempuan yang akrab disapa Anti ini, Kamis (18/2/2021).