BPCB Jatim Memeriksa Temuan Struktur Bangunan Kuno di Lokasi Penemuan Arca Siwa dan Parwati
BPCB) Jawa Timur memeriksa dua arca dan sejumlah benda temuan Akhsin Ashari di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : David Yohanes | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Balai Pemeliharaan Cagar Budaya (BPCB) Jatim memeriksa dua arca dan sejumlah benda temuan Akhsin Ashari di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jumat (19/2/2021).
Dari hasil penelitian, dua arca itu dipastikan Dewa Siwa dan istrinya, Dewi Parwati.
Namun tim BPCB belum bisa memastikan, dari era kerajaan apa dua arca tersebut.
“Sepertinya lebih tua dari Kerajaan Majapahit. Ke depan perlu disingkap agar lebih jelas,” terang Kepala BPCB Jatim, Zakaria Kasimin.
Selain memeriksa arca dan sejumlah temuan lain, tim BPCB juga memeriksa lokasi penemuan.
Sebab di lokasi tersebut juga ditemukan struktur bangunan yang terbuat dari bata merah.
Baca juga: Dihargai 1,7 Milliar, New BMW X5, 7 Seater Resmi Meluncur di Jatim Hari Ini
Baca juga: Potret Amanda Manopo Berhijab, Pesonanya Dipuji, Istri Aldebaran Dibilang Mirip Masha and The Bear
Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM: Jatim akan Dilanda Cuaca Ekstrem 3 Hari hingga Pengajian Gus Baha Sombong
Diduga struktur bangunan itu merupakan tempat pemujaan dua dewa yang ditemukan itu.
“Yang jelas Siwa dan Parwati itu untuk dipuja. Bangunan ini diperkirakan tempat pemujaan, tapi belum tentu sebuah candi,” ujar Zakaria kepada TribunJatim.com.
Selain dua arca itu ditemukan juga dua umpak yang diduga berasal dari bangunan pemujaan.
Jika melihat ukuran dua umpak itu, diduga bangunanya berukuran kecil.
Untuk memastikan bentuk struktur bangunan di lokasi penemuan arca, Zakaria mengagendakan melakukan ekskavasi.
“Hari ini kami melakukan peninjauan saja. Kami akan jadwalkan untuk melakukan eskavasi,” tutur Zakaria kepada TribunJatim.com.
Zakaria beralasan, SDM yang ada sangat terbatas dan ada jadwal ekskavasi yang sudah ditetapkan.
Karena itu ekskavasi baru bisa dilakukan para pertengahan Maret 2021.