Breaking News:

Pembunuhan Wanita Terapis Pijat di Mojokerto, Pelaku Dihantui Korban Menangis di Atas Pohon

M. Irwanto (25) warga Dusun/ Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang buron selama dua pekan setelah membunuh seorang wanita pekerja terapis

mohammad romadoni/surya
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi membeberkan barang bukti kasus pembunuhan terhadap wanita pekerja terapis pijat tradisional di rumah pijat Berkah Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. 

Reporter : Mohammad Romadoni | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tersangka M. Irwanto (25) warga Dusun/ Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang buron selama dua pekan setelah membunuh seorang wanita pekerja terapis pijat tradisional di rumah pijat Berkah, Dusun/ Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Tersangka mengaku selama buron di tempat persembunyiannya dia sering dihantui korban seperti suara wanita yang menangis kesakitan di atas pohon.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rahmawati Laila mengatakan tersangka kabur melarikan diri usai membunuh korbannya bernama Santi (35) asal Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk yang merupakan pekerja terapis pijat tradisional di rumah pijat Berkah pada Kamis (4/2/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Tersangka menggadaikan sepeda motor Honda Beat berharga Rp 1 juta untuk ongkos selama buron di luar kota. Tersangka sempat bersembunyi di daerah Jakarta namun kehabisan ongkos untuk biaya hidup sehingga dia kembali pulang ke Jombang.

Baca juga: Pembunuh Wanita Terapis Pijat Tradisional di Mojokerto Ditangkap, Motifnya ini

Baca juga: Sandal Jepit Arya Saloka Jadi Sorotan, Putri Anne Gemas Lihat Respons Fans, Bocor Harga dan Ukuran

Baca juga: Kalut Dikejar Cicilan Rp250 Juta, Iis Dahlia Kini Jualan Pempek sampai Goreng Sendiri, Alemong

"Tersangka berada di Magetan kemudian ke daerah Jakarta karena dirasa kurang membawa uang Rp 1 juta akhirnya dia kembali pulang ke Jombang," ungkapnya di Mapolres Mojokerto Kota, Jumat (19/2/2021).

Laila menyebut berdasarkan pengakuan tersangka selama buron dia sering dihantui sosok korban. Bahkan tersangka sempat melihat wajah korban dalam kondisi menangis.

"Tersangka mengaku sempat melihat sosok korban yang menangis kesakitan di atas pohon," bebernya kepada TribunJatim.com..

Menurut dia, tersangka ke rumah kakaknya di daerah Kabupaten Jombang untuk meminta perlindungan karena sering dihantui korban.

"Tersangka ke rumah kakaknya dan keluarganya menghubungi orang tua yang bersangkutan dan akhirnya dia menumpang di rumah teman ibunya satu kampung di wilayah Magetan," ucap Laila.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved