Breaking News:

Sering Banjir Lahar Semeru, Relawan di Lumajang ini Bikin Pos Pengamatan

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Sugiono mengatakan, selama berminggu-minggu bahkan hingga berbulan

tony hermawan/Tribunjatim
Sejumlah relawan saat bergotong-royong mendirikan pos engamatan aliran sungai lahar Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Sabtu (20/2/2021). 

Reporter : Tony Hermawan | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Cara mendeteksi volume banjir lahar dingin yang mengancam tidak hanya menggunakan tekhnologi alat sensor, tetapi pengamatan visual juga masih diperlukan. Rencananya pos pemantauan lahar juga bakal didirikan.

Pendirian pos pemantauan dilakukan karena warga yang tinggal di hilir sungai bakal terus-terusan merasakan perasaan was-was ketika terjadi hujan deras.

Pasalnya air hujan yang turun itu membuat endapan material vulkanis terbawa, akibatnya banjir lahar dingin terjadi.

Selama ini, cukup banyak relawan yang dengan tulus tanpa upah mengawasi serta memberitahukan jika DAS tersebut mengalami luapan besar.

Baca juga: Pengamen di Kota Malang Ini Kerap Curi Apa Saja, Ketangkap Saat Gondol Yamaha Mio di Klojen

Baca juga: Plh Bupati Jember Luruskan Struktur Organisasi Pemkab Jember Mengacu Pada Surat Gubernur

Baca juga: Pemuda Asal Kediri Tertangkap Basah Bawa Pil Koplo, Kini Mendekam di Polsek Pagu

Ada banyak komunitas yang tergabung, sampai-sampai mereka membuat pos pantau lahar secara mandiri sebagai tempat untuk pengamatan visual setiap hari.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang  Sugiono mengatakan, selama berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan relawan mengampung di salah satu rumah warga di Dusun Curah Kobokan Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro sebagai tempat istirahat dan pengamatan.

Supaya pengamatan secara visual semakin objektif, mereka akhirnya membuat pondok sendiri di sekitar DAS tersebut. Tujuannya supaya mereka bisa mengabarkan lebih cepat ketika banjir lahar dingin besar sedang terjadi.

"Kami menyampaikan perkembangannya setiap hari sampai Desa Jugosari,” kata Sugiono, Sabtu (20/2/2021).

Secara terpisah, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengucapkan terimakasih banyak pada beberapa orang yang secara intens mengawasi aktivitas semeru.

Rencananya supaya pengamatan secara visual semakin maksimal, pemerintah bakal berupaya mendirikan pos pantau lahar.

“Pos pantau akan kami selesaikan untuk memantau itu,” pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved