Belum Ada Sosialisasi dan Bangunan Rumah Rusak, Warga Sembayat Gresik Hentikan Proyek PDAM

Warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik menghentikan proyek penanaman pipa PDAM, Giri Tirta, Kabupaten Gresik.

Penulis: Sugiyono | Editor: Yoni Iskandar
(surya/Sugiyono)
Warga Desa Sembayat Kecamatan Manyar memasang spanduk protes kepada kontraktor proyek penanaman pipa PDAM Kabupaten Gresik, Senin (22/2/2021). 

Reporter : Sugiyono | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Warga Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik menghentikan proyek penanaman pipa PDAM, Giri Tirta, Kabupaten Gresik.

Warga meminta ada sosialisasi dan kompensasi akibat proyek tersebut, Senin (22/2/2021).

Dalam menyampaikan aspirasi tersebur, puluhan warga Desa Sembayat yang terdampak proyek penanaman pipa PDAM membentangkan spanduk bertuliskan, 'Tuntaskan . . . .!!! sosialisasi warga dan kompensasi. Kami butuh air bersih'.

Warga menempelkan spanduk tersebut di pagar proyek tempat alat berat melakukan pekerjaan penanaman pipa pipa PDAM dari Bendung Gerak Sembayat.

Warga meminta pekerjaan proyek penanaman pipa PDAM dihentikan terlebih dahulu sebelum ada sosialisasi kepada masyarakat dan kompensasi akibat kerusakan bangunan.

Baca juga: Mengintip Sel Tikus Sel Khusus di Rutan Medaeng, Ukurannya Cuma 1 x 2 Meter

Baca juga: Pendaftaran SNMPTN Tinggal Dua Hari, Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Jatim Segera Mendaftar

Baca juga: Pasutri Kompak Mencuri Motor dan Handphone, Berawal Jatuh Cinta di Balik Sel Lapas kelas II B Tuban

Warga juga kesal karena material dan beberapa perlengkapan proyek ditetakan di pintu gerbang makam umum, sehingga ketika ada warga yang meninggal dunia kesulitan untuk masuk ke area makam.

"Kebetulan kemarin ada warga yang meninggal dunia. Terpaksa kesulitan masuk ke area makam, sebab material proyek ditempatkan di pintu gerbang makam," kata Ali Mukhtar, koordinator unjuk rasa kepada TribunJatim.com.

Dari keruwetan dan dampak proyek penanaman pipa PDAM yang berdiameter sekitar 30 sentimeter, mengakibatkan kerusakan bangunan rumah warga.

"Kita ingin proyek ini dihentikan dulu. Sebab, dampaknya mengakibatkan rumah warga retak-retak. Warga meminta ganti rugi," imbuhnya.

Massa yang bergerombol di sekitar proyek tersebut akhirnya bergeser ke Balai Desa untuk menuntut Kepala Desa Sembayat mengadakan pertemuan dengan pihak kontraktor dan PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik.

Sementara Kepala Desa Sembayat Amin, mengatakan, sosialisasi proyek penanamam pipa PDAM yang melintas di Desa Sembayat sudah dilaksanakan.

"Sosialisasi menghadirkan pihak PPKT, PDAM dan masyarakat RT19 A/B. Dan sudah dua kali," kata Amin kepada TribunJatim.com.

Atas tuntutan warga tersebut, Amin bersedia mengadakan sosialisasi kembali. "Permintaan untuk sosialisasi ulang sudah kami sampaikan ke pihak pelaksana proyek," imbuhnya.

Humas PT Gemilang, Nano, mengatakan, mengatakan, pelaksana proyek pipanisasi PDAM Giri Tirta ini untuk sosialisasi ulang itu tidak bisa dilaksanakan secara mendadak dan perlu disampaikan kepada PDAM Giri Tirta.

"Kami hanya sebagai pelaksana proyek. Untuk sosialisasi itu kewenangan PDAM. Sehingga kami perlu koordinasi terlebih dahulu. Karena pelaksana itu hanya melaksanakan pekerjaan yanga ada," kata Nano.

Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved