Breaking News:

Tenaga Outsourcing Belum Digaji 2 Bulan, Komisi II Klarifikasi ke Kantor Disperdagin Kota Blitar

Komisi II DPRD Kota Blitar mendatangi kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar, Kamis (25/2/2021).

Surya/samsul hadi
Sejumlah anggota komisi II DPRD Kota Blitar mendatangi kantor Disperdagin Kota Blitar, Kamis (25/2/2021). 

Reporter : Samsul Hadi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Komisi II DPRD Kota Blitar mendatangi kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar, Kamis (25/2/2021).

Kedatangan komisi II untuk mengklarifikasi terkait tenaga outsourcing di Disperdagin yang belum digaji dua bulan, yakni, Januari-Februari 2021.

Tapi, upaya komisi II mendatangi kantor Disperdagin untuk bertemu dengan kepala dinasnya tidak membuahkan hasil.

Kepala Disperdagin Kota Blitar, Arianto tidak ada di kantor. Komisi II hanya ditemui sekretaris dan kepala bidang pasar.

Sedang sekretaris dan kepala bidang pasar tidak mengetahui data tenaga outsourcing di Disperdagin.

"Mobil kepala dinas ada, tapi orangnya tidak di kantor. Sekretaris dan bidang pasar yang menemui juga tidak tahu datanya. Ini lucu, ini dinas pemerintahan apa perusahaan, kok data satu pintu di kepala dinas," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo.

Yohan mengatakan informasinya ada 50 tenaga outsourcing di Disperdagin yang sudah bekerja mulai Januari-Februari 2021 dan belum menerima gaji selama dua bulan itu.

Gaji para tenaga outsourcing itu masih secara swakelola oleh Disperdagin karena belum ada pemenang tender terkait pengadaan tenaga outsourcing di Disperdagin Kota Blitar.

Baca juga: Residivis Yang Kedapatan Bawa Sabu-sabu Saat Kecelakaan, Mengaku Diperintah Napi di Dalam Penjara

Baca juga: Besok, Gus Yani - Bu Min Dilantik pada Sesi Terakhir di Gedung Grahadi Surabaya

]

Baca juga: Kabar Duka Selimuti Liverpool, Ayah Alisson Becker Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Danau

"Kami sudah minta data ke Disperdagin, tapi sampai sekarang belum ada. Sekretaris dan bidang pasar juga sudah kami undang rapat di dewan, tapi mereka tidak bawa data. Lalu kami datang ke kantor Disperdagin dan tetap tidak dapat jawaban," ujar politikus Partai Gerindra itu kepada TribunJatim.com.

Menurutnya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain di Pemkot Blitar sudah menyerahkan data tenaga outsourcing ke komisi II.

Malah, sebagian OPD, seperti di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah menyelesaikan tender pengadaan tenaga outsourcing.

"Kami tunggu dalam sepekan. Kalau Disperdagin tetap belum menyerahkan data outsourcing, kami akan buat rekomendasi. Kalau perlu kami minta wali kota mengganti kepada dinasnya, karena tidak kooperatif," katanya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved