Gubernur Jatim Khofifah Tegaskan Penanganan Stunting, AKI dan AKB Kepada Bupati Jember

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri serah terima jabatan bupati dan wakil bupati Jember di gedung DPRD Jember, Selasa (2/3/2021).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Acara serah terima jabatan bupati Jember dan rapat paripurna DPRD Jember, Selasa (2/3/2021) 

Reporter : Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri serah terima jabatan bupati dan wakil bupati Jember di gedung DPRD Jember, Selasa (2/3/2021).

Serah terima jabatan itu dari Plh Bupati Jember Hadi Sulistyo kepada Bupati Jember periode 2021 - 2024 Hendy Siswanto.

Setelah serah terima jabatan, Khofifah langsung mengikuti rapat paripurna DPRD Jember yang beragendakan penyampaian pidato Bupati Jember Hendy Siswanto dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dalam pidatonya, Khofifah menyampaikan hal apa saja yang harus segera dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupqti Hendy dan Wabup Jember Muh Balya Firjaun Barlaman.

Khofifah menegaskan pentingnya kesinambungan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Khusus untuk Pemkab Jember, Khofifah mengingatkan pekerjaan rumah penting yang harus segera dientaskan yakni stunting, angka kematian ibu dan bayi, juga kemiskinan.

Baca juga: Inilah Pidato Kerakyatan Bupati Gus Yani Launching Program Nawa Karsa Gresik Baru

Baca juga: Sosok Bripda Mustakim Polisi Ganteng Mirip Ali Syakieb, Gaya Modis Sering Dikira Artis, Pantas Viral

Baca juga: Terbongkarnya Kewalian Gus Baha

"Ini serius, sangat serius. Angka stunting di Jember masih tinggi, begitu juga dengan angka kematian ibu, dan angka kematian bayi," ujar Khofifah.

Dia pun membeber angka prevalensi stunting di Jember tahun 2019 yang berada di angka 37,94 persen dari jumlah balita di Jember.

Kemudian Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2020 sebanyak 61 kasus, atau tertinggi di Jawa Timur. Sementara Angka Kematian Bayi (AKB) sebanyak 324 tahun 2020, atau juga tertinggi dari 38 kabupaten dan kota se-Jatim.

"Ini harus benar-benar ditangani secara cepat, harus ada intervensi untuk menekan ini. Mohon ini menjadi prioritas" tegasnya.

Khofifah meminta harus ada pencarian akar persoalan terhadap tiga masalah di atas. Pemkab Jember, lanjut Khofifah, bisa bersinergi dengan pihak perguruan tinggi, juga PKK untuk menanganinya.

"Harus ada intervensi secara signifikan," tegasnya.

Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan siap melaksanakan arahan dari gubernur Jatim tersebur.

"Seperti arahan gubernur ada tiga prioritas penting yang harus kami kerjakan, yakni menangani stunting, angka kematian ibu, dan bayi," ujar Hendy.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved