Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Terbongkarnya Kewalian Gus Baha

Kita ketahui, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dikenal sebagai ulama yang sederhana, tapi kealimannya (pengetahuan agama)

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
yoni Iskandar/Tribunjatim
Gus Baha saat berziarah ke makam Kakeknya KH M Shiddiq di Jember 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kita ketahui, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dikenal sebagai ulama yang sederhana, tapi kealimannya (pengetahuan agama) tidak pernah diragukan.

Secara nasab (keturunan), Gus Baha adalah putra seorang ulama ahli Al Quran bernama KH Nur Salim Al Hafizh dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah. Sebuah desa di pesisir utara Pulau Jawa.

Pengajian KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha sudah banyak tersebar di sosial media Whatsapp, Facebook, Twitter, Youtube, Google, dan radio.

Bahkan di YouTube saat ini banyak ditemukan video pengajian dari para ulama, termasuk materi pengajian dari KH Ahmad Baha’uddin Nursalim, atau yang lebih akrab disapa Gus Baha.

Santri kesayangan KH Maimoen Zubair ini ternyata punya kecerdasan yang sangat luar biasa dan sangat alim. Gus Baha bisa dibilang kecipratan barokah Waliyulloh.

Ceritanya dulu ketika Gus Baha saat masih kecil. Gus Baha sering kali diajak oleh ayahandanya,KH Nur Salim untuk sowan atau silaturrahmi ke ulama-ulama terkenal, baik di Lasem, Jawa Tengah maupun ke Ulama-ulama Jawa Timur, seperi KH hamid Pasuruan dan lain-lain.

Salah satu ulama yang disowani (dikunjungi) KH Nur Salim dengan mengajak putaranya yakni Gus Baha waktu kecil yakni seorang ulama terpandang, Waliyullah KH Hamid Baidhowi, Lasem.

Saat itu KH Hamid Baidhowi, ketika melihat Gus Baha, KH Hamid spontan dawuh kepada ayahanda Gus Baha KH Nur Salim,

”Anakmu besok sing bakale paling ngalim yo cah iki, ” tutur KH Hamid Baidhowi sambil menunjuk ke arah Gus Baha.

Barokah dawuh, doa dan pandangan KH Hamid waktu itu, Gus Baha, akhirnya bisa menjadi tokoh hebat yang diidolakan jutaan orang seperti yang kita kenal saat ini.

Bahkan dari ucapan dan doa Waliyullah inilah yang akhirnya membuat Gus Baha dikenal sebagai ulama yang alim di bidang tafsir, hadits, fikih, dan Bahasa Arab dan hafal Al Quran 30 Juz.

“Sejak kecil, saya sering diajak bapak saya sowan Mbah Hamid Pasuruan. Makanya, saya sejak kecil sudah ingin jadi wali. Akhirnya, saya menghafalkan dziba’, burdah, dan lainnya. Karena untuk jadi wali, saat pemahamaan saya waktu itu, diharuskan hafal kitab itu semua,” kata Gus Baha.

Baca juga: Gus Baha : Hukum Kalah Dengan Etika, Meski Etika Itu Salah

Baca juga: Gus Baha : Sedekah Itu Sesekali Perlu Dilakukan Secara Terang-terangan, Penjelasannya ini

Baca juga: Profil Kirana Anandita Indonesian Idol yang Tereleminasi di Babak Top 7, Sudah Pernah Bergelar Juara

“Dulu, waktu kecil saya punya cita-cita jadi wali. Tapi ketika besar kok jadi wali kok susah ya. Mbah Hamid ini termasuk wali jalur sulit. Kalau wali dari jalur aneh itu gampang. Kelihatan aneh, lalu dipanggil wali,” tegas Gus Baha’ disambut tawa para jama’ah.

Menurut Gus Baha’, Mbah Hamid ini wali jalur ilmu. Mbah Hamid ini pernah ngaji kepada Kiai Kholil Kasingan, juga ngaji lama kepada Mbah Dimyati Tremas, adiknya Syekh Mahfudz At-Turmusi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved