Penggal Sang Putri, Ayah Lalu Tenteng Kepala Anak Gadisnya Diarak di Jalanan Demi 'Kehormatan'
Seorang ayah penggal lalu tenteng kepala anak gadisnya, lalu diarak di jalanan demi 'kehormatan'.
Penulis: Alga | Editor: Sudarma Adi
Fariba Sahrei, editor senior di Iran International mengatakan:
"Setiap tahun di Iran, wanita dan anak perempuan dibunuh oleh saudara lelaki mereka dengan kedok untuk menjaga kehormatan mereka.
"Tetapi pembunuhan dalam kasus Romina Ashrafi adalah salah satu yang mengejutkan negara tersebut dan seluruh dunia."
Jumlah pasti kasus pembunuhan untuk menjaga kehormatan di Iran memang tidak diketahui.
Tetapi, seorang pejabat kepolisian Teheran sebelumnya mengatakan, ada sekitar 20 persen dari seluruh kasus pembunuhan di Iran.
Baca juga: Tersangka Unggah Status Berdoa di Malam Bunuh Gadis Bandung di Hotel, Istri Cuci Baju Eksekusi Suami
Di Asia Selatan, pembunuhan demi kehormatan biasanya mengacu pada seorang wanita, cukup sering terjadi.
Hal ini karena wanita tersebut dianggap telah melanggar norma sosial budaya, komunitas, atau agama.
Tindakan kekerasan biasanya dilakukan oleh kerabat korban sendiri.
Mereka yang beraksi merasa, korban telah mempermalukan atau mencemarkan nama baik keluarga.
Pada Januari 2021, seorang wanita Arab Saudi dibunuh oleh saudara laki-lakinya sendiri karena dia memiliki akun Snapchat, menurut laporan.
Tagar #SaveManalSisterofQamar mulai beredar luas di kalangan pengguna media sosial berbahasa Arab setelah dugaan kejahatan tersebut.
Slogan aktivis tersebut mengacu pada seorang wanita berusia 26 tahun bernama Qamar, yang hilang di provinsi Al-Kharj di Arab Saudi Tengah, pada 19 Januari 2021.
Tubuhnya kemudian ditemukan terkubur di gurun pasir.
Saudara perempuan korban, Manal, mencurigai saudara laki-laki yang berpikiran konservatif melakukan kejahatan tersebut.
Manal menulis tentang keyakinannya secara online.
Dia mengklaim orang-orang tersebut membunuh Qamar karena marah setelah mengetahui dia memiliki akun Snapchat.
Manal dilaporkan ditahan oleh polisi Al-Kharj yang diminta agar berhenti mempublikasikan kematian saudara perempuannya.
Aktivis hak-hak perempuan kemudian membanjiri media sosial dengan tagar pemberontakan dalam upaya untuk menjelaskan polemik pembunuhan tersebut.
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Seorang Ayah Penggal dan Arak Kepala Putrinya, Membunuh Demi Kehormatan Karena Si Anak Punya Kekasih dan di Sosok.ID dengan judul Mati Tragis Gegara Kepincut Om-om, Gadis 13 Tahun Dipenggal Ayahnya Sendiri yang Tak Sudi Punya Mantu Pria yang 21 Tahun Lebih Tua dari Putrinya.