Dari Kegemaran Membaca Komik, Galih Menjadi Komikus Yang Diminati Klien Luar Negeri
Nanda Reza Andika (29) menginisiasi lahirnya rumah kreatif Crealif, di Perumahan Kepatihan Regency Tulungagung, enam tahun lalu.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
Pesanan terbanyak datang dari benua Afrika.
Karakter yang dipilih rata-rata tokoh utamanya berkulit hitam, seperti tentara yang tangguh.
Untuk harga, Galih menetapkan berdasarkan gambar per lembarnya.
“Satu lembar hitam putih sekitar Rp 250.000, kalau yang sudah diwarnai sekalian Rp 350.000-Rp 400.000 per lembar,” ungkap Galih.
Selain pesanan dengan karanter barat, Galih juga kerap menerima pesanan komik bergaya Jepang atau manga.
Bahkan ia diminta membuatkan komik dengan karakter seksi.
Keahlian menggambar komik ini didapat secara otodidak.
Sarjana hukum jebolan Universitas Air Langga ini gemar membaca komik sejak anak-anak.
Dari kegemarannya itu, muncul keinginan untuk menggambar komik sendiri.
Keahlian itu terus diasah, hingga dikomersialkan dan mencapai puncaknya saat bergabung di Crealif.
“Konsepnya freelance, jadi mereka pesan kemudian saya buatkan. Tidak ada ikatan lagi saya dengan karya yang sudah dibuat,” pungkas Galih kepada TribunJatim.com.
Meski banjir pesanan komik dari luar negeri, Galih selektif memilih klien.
Sebab di awal usahanya, ia kerap ditipu dan tidak dibayar.
Berbekal pengalamannya, kini Galih sudah bisa mengetahui kesungguhan klien sejak awal mereka komunikasi lewat chating.
“Ada yang minta komik sekian halaman tapi bayarannya sangat murah, pasti tidak serius. Yang begitu langsung ditolak,” tandasnya kepada TribunJatim.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-tulungagung-galih-rezanpaling-kiri-bersama-tim-kreatif-dari-rumah-tulungagung.jpg)