Rela Menahan Lapar dan Tak Bisa Prpanjang STNK Demi Membantu Petani Tomat dan Ubi Bondowoso

Seperti yang dilakukan Endang Rahma Sofaatin (34) warga Jalan Mastrip, Dusun Karanggilih, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Yoni Iskandar
danendra/Surya
Endang Rahma Sofaatin (34) tengah mengecek kondisi ubi Cilembu yang ia beli dari para petani, Jumat (12/3). 

Tanpa panjang lebar, ia menggunakan seluruh uangnya sekitar Rp 10 juta untuk membeli ubi petani. Ia membeli ubi dengan harga yang pantas Rp 2.500 perkilonya. Artinya ia mendapat 4 ton ubi Cilembu.

Ketika itu pula uangnya ludes sampai tidak bisa membeli makan. Keluarganya kelaparan hingga sang buah hati merengek meminta makan.

"Saya meminta anak saya untuk bersabar menahan lapar dari pukul 3 sore hingga pagi. Tak kuasa menahan lapar kami akhirnya makan nasi saja tanpa lauk," ungkapnya.

"Saya yakin bila Allah akan membukakan pintu rezeki pada kami ketika bersedekah. Keyakinan itu terbayar, menjelang siang ada pembeli yang memesan mebel. Kami kembali bisa makan dengan lauk. Saya juga pernah sampai tak bisa memperpanjang STNK motor," tambahnya.

Rahma rela mengorbankan dirinya dan keluarga, karena menurutnya para petani lebih membutuhkan bantuan. Ia tak ingin para petani dan keluarganya kelaparan karena ubinya tak laku dijual.

"Kami hanya tidak makan beberapa jam saja. Toh kalau terpaksa bisa makan dengan nasi tanpa lauk. Kalau keluarga petani mungkin bisa tak makan berhari-hari karena tak ada pemasukan lain. Maka harus diutamakan," jelasnya.

Rahma menjadi sosok yang ringan tangan karena terbentuk dari pengalaman hidup. Ia yatim piatu sedari kecil dan diasuh oleh orang tua angkat.

"Kala kecil perjalanan hidup tentu tak mudah dan penuh rintangan. Oleh sebab itu, saya pasti sedih melihat anak-anak atau masyarakat tak bisa makan seperti yang pernah saya alami. Semoga tindakan saya ini bisa jadi amal jariyah bagi orang tua dan orang-orang yang sudah membantu saya waktu kecil," paparnya.

Dalam bersedekah, kini Rahma juga dibantu oleh para donatur dan masyarakat sekitar. Ia bertekad untuk terus membantu sesama.

"Uang yang diberikan donatur dan masyarakat akan kami sedekahkan ke petani dengan membeli hasil panennya. Kegiatan bersedekah ini akan terus berkelanjutan," pungkasnya kepada TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved