Umi Rahma Bantu Petani Bondowoso Dengan Membeli Tomat dan Ubi Berton-tonan

Perbuatan atai sikap bijak yang dilakakukan Endang Rahma Sofaatin (34) warga Jalan Mastrip, Dusun Karanggilih, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso,

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Yoni Iskandar
danendra/Surya
Endang Rahma Sofaatin (34) tengah mengecek kondisi ubi Cilembu yang ia beli dari para petani, Jumat (12/3). 

Reporter : Danendra kusuma | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Perbuatan atai sikap bijak yang dilakakukan Endang Rahma Sofaatin (34) warga Jalan Mastrip, Dusun Karanggilih, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso sungguh mulia dan patut diteladani.

Saat segala aktivitas ekonomi terhambat karena pandemi Covid-19, ia justru tak menghentikan langkahnya untuk membantu sesama.

Ia kerap membantu meringankan beban para petani, utamanya petani tomat dan ubi. Beberapa bulan belakangan, harga tomat turun drastis dari Rp200 - Rp500 perkilonya.

Petani pun gigit jari, biaya pengeluaran untuk operasional tak sepadan dengan pendapatan.

Melihat kondisi itu, hati rahma tergerak untuk membantu. Ia tak mau membiarkan para petani larut dalam kesedihan karena menelan kerugian.

Baca juga: Rela Menahan Lapar dan Tak Bisa Prpanjang STNK Demi Membantu Petani Tomat dan Ubi Bondowoso

Baca juga: 26 Ton Ubi Cilembu Dibagikan Secara Gratis Oleh Warga Bondowoso Jatim

Baca juga: Kejam Pria Perkosa ABG 9 Jam Berturut-turut, Berterima Kasih ke Hakim saat Diadili, Ortu Korban Pilu

Walhasil, ia membeli tomat dari petani dengan harga layak dan sesuai kemampuan keuangan pribadi.

Tomat petani dibeli Rp 2.500 per kilonya. Ia mulai membantu petani sejak awal pandemi Covid-19, atau Maret 2020.

Kini, Rahma sudah mendampingi 60 petani tomat yang tersebar di Bondowoso.

"Memang harganya tak terlalu tinggi, hanya itu kemampuan kami. Setidaknya, petani tidak rugi lebih besar dan dapurnya tetap bisa mengepul. Kami membeli tomat dari petani bisa sampai 2 ton dalam sehari," kata Ummik Rahma sapaan akrabnya kepada Surya, Jumat (12/3).

Kini, giliran petani ubi Bondowoso yang menjerit. Betapa tidak, harga ubi merosot tajam, misalnya ubi Cilembu (ubi madu). Harga ubi Cilembu perkilonya berkisar Rp 500 - Rp 700. Sedang saat normal Rp 4.000 - Rp 5.000.

Kondisi itu diperparah dengan sepinya pembeli atau tengkulak. Padahal musim panen telah tiba. Mereka lantas kelabakan, tak tau harus menyalurkan ubi ke mana.

Kebaikan Rahma pun berlanjut. Serupa dengan tindakan sebelumnya, ia membeli ubi petani dengan harga lebih tinggi dari harga sekarang, yaitu sekitar Rp 2.500 perkilonya.

"Kondisi harga ubi Cilembu memprihatinkan. Saya memutuskan juga membantu para petani ubi Cilembu," terangnya.

Selanjutnya, ia mendatangi kediaman petani ubi antara lain di wilayah, Binakal, Curahdami, Pakem, dan Wringin.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved