Gresik Banjir Lagi, 454 Rumah di Kecamatan Balongpanggang Terendam Air 30-100 Sentimeter
Lagi, Gresik terendam banjir luapan Kali Lamong. 454 rumah di Kecamatan Balongpanggang terendam air 30 sampai 100 sentimeter.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
Reporter: Willy Abraham | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Lagi, ratusan rumah di Gresik terendam banjir luapan Kali Lamong.
Total ada 454 rumah di Kecamatan Balongpanggang terendam banjir hari ini, Senin (15/3/2021).
Banjir cukup teras terjadi di tujuh desa. Yakni Desa Wotansari, Desa Balongpanggang, Desa Pucung, Desa Banjaragung, Desa Sekarputih, Desa Klotok dan Desa Kedungpring.
Baca juga: BREAKING NEWS - Longsor di Desa Berbeluk Bangkalan, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Runtuhan Batu
Baca juga: Polemik Mosi Tidak Percaya di DPD NasDem Surabaya, Pengurus Jatim: Harap Semua Cooling Down Dulu
Hal itu membuat aparat TNI dan petugas BPBD Gresik bersiaga. Turun ke lokasi banjir membantu warga.
Kondisi terbaru, banjir yang menerpa wilayah Gresik selatan belum juga surut.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sampai 100 sentimeter (cm). Sedangkan area pertanian yang terendam seluas 185 hektar.
"Sejak beberapa hari lalu, petugas sudah di lokasi, perahu karet juga sudah diterjunkan," ucap Atmari, petugas BPBD Gresik di lokasi, Senin (15/3/2031).
Baca juga: Diduga Depresi Sakit Lambung, Ibu Asal Gampengrejo Kediri Tersambar Kereta Api Malabar
Baca juga: Aurel Syok Arsy Tanya Soal Anak Mimi KD, Ashanty Hamil Duluan saat Nikah dengan Anang? Ini Alasannya
Meluapnya Kali Lamong disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari terakhir.
Sehingga membuat Kali Lamong tidak mampu lagi menampung air dan meluber ke pemukiman warga.
Sementara itu, Danramil Balongpanggang Kapten Inf M Zainudin menerangkan, petugas turun ke desa membantu warga. Prajurit TNI dari Koramil Balongpanggang sudah disiagakan di lokasi banjir, memantau debit air juga memeriksa jika ada sampah.
"Kalau sampah sudah tidak ada, karena anggota dan warga rutin memeriksa saluran dan anak Kali Lamong," tutupnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapasitas anak Kali Lamong memang tidak memadai.
Selain kondisinya dangkal juga sempit. Saat intensitas hujan tinggi ditambah air kiriman dari Lamongan dan Mojokerto maka debit air tinggi dan banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/lokasi-banjir-balongpanggang.jpg)