Breaking News:

Oknum PNS Dindik Kota Madiun Curi Kecap hingga Deodorant, Tarik-tarikan Saat Ditangkap Kasir Toko

Oknum PNS Dindik Kota Kediri mencuri di toko di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu. Sempat tarik-tarikan dengan karyawan toko saat ditangkap.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Hefty Suud
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Oknum PNS pelaku pencurian dimintai keterangan di Polsek Wungu. 

Reporter: Rahadian Bagus | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Seorang oknum PNS Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun berinisial HB ditangkap warga karena mencuri di toko di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Minggu (14/3/2021) kemarin.

Kapolsek Wungu, AKP M Isnaini Ujianto mengatakan, pelaku ditangkap pegawai toko yang mengetahui gerak-gerik pelaku dari rekaman CCTV. 

Modus aksi pencurian itu, pelaku pura-pura membeli barang yang ada di toko. Saat penjaga toko lengah, pelaku memasukan barang ke dalam tas yang sudah disiapkan.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Bakal Izinkan Lagi Hajatan Digelar, Minta Pekerja Seni Bentuk Satgas Khusus Pesta

Baca juga: Ramalan Cinta Zodiak Selasa 16 Maret 2021: Aries Hindari Hal yang Buat Sakit Hati, Cancer Lebih Peka

Namun, ternyata seorang pegawai mengetahui gerak-gerik pelaku melalui CCTV.

Pegawai tersebut kemudian memberitahu kepada kasir bahwa pelaku telah memasukan sejumlah barang di dalam tas plastik hitam. 

"Pelaku ini waktu membayar di kasir, menenteng dua kantong kresek, yang satu kantong tidak dibayar. Itu tampak di CCTV, kasirnya dikasih tahu karyawan lain, langsung dipegang sama kasirnya, sempat tarik-tarikan, terus lepas kabur keluar toko, tapi akhirnya ditangkap saat akan naik motor," kata Isnaini ketika dikonfirmasi, Senin (15/3/2021).

Kapolsek menuturkan, pelaku mencuri sejumlah barang senilai Rp 497 ribu.

Baca juga: Video Debat Ashanty dan Krisdayanti di Lamaran Aurel dan Atta Disorot, Ternyata Bahas Posisi

Baca juga: Diancam Selingkuh, Suami Pengangguran Tusuk Kepala Istri, Murka Disuruh Cari Kerja, Maunya Dinafkahi

Di antaranya, sabun cuci piring, kecap, minyak kayu putih, deodorant, susu UHT, daging kaleng. 

"Macam-macam barangnya, kalau ditotal nilainya sekitar Rp 497 ribu," katanya.

Isnaini menambahkan, akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 364 KUHP tentang tindak pidana pencurian, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tiga bulan.

"Karena nilai barang yang dicuri kurang dari Rp 2 juta, masuk kategori pencurian ringan, hukumannya maksimal penjara tiga bulan," jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved