Pendakian Gunung Semeru Dibuka Awal April
BB-TNBTS) Novita Wardani menyebut, jalur pendakian Gunung Semeru akan segera dibuka pada awal bulan April.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Tony Hermawan | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Plt Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Novita Wardani menyebut, jalur pendakian Gunung Semeru akan segera dibuka pada awal bulan April.
Keputusan itu diambil setelah BB-TNBTS melakukan rapat koordinasi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru, Forkopimda, aparat desa Ranupane, dan kalangan masyarakat.
"Pendakian Gunung Semeru akan dibuka dan dirilis tanggalnya secara resmi secepatnya. Yang jelas dari hasil rakor pendakian semeru akan dibuka Awal April," kata Novita, Selasa (30/3/2021).
Novita melanjutkan, terkait rencana itu pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan di lapangan.
Misalnya membersihkan semak belukar yang menutup jalur pendakian, memperbaiki jalur yang longsor, serta memasang papan-papan himbauan.
Baca juga: Berobat Cukup Bayar KTP, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Panggil Dinkes dan Dinsos
Baca juga: Gus Baha : Guyonan Nabi Dengan Sahabat Soal Fitnah Dajjal
Baca juga: 34 Tahun Sejak Operasi, Nasib Kembar Siam Yuliana Yuliani Kini Makin Sukses Jadi Dokter dan Doktor
Katanya, ketika jalur pendakian Gunung Semeru dibuka, pihaknya bakal menerapkan skrining kesehatan ketat bagi para pengunjung.
Itu dilakukan agar Gunung Semeru tidak menjadi kluster penyebaran virus corona.
Selain itu, pada awal pembukaan pihaknya tidak bisa membuka kuota pendaki secara banyak. Pengunjung akan dibatasi 30 persen dari kuota normal.
"Dengan lama pendakian maksimal 3 hari 2 malam. Tapi nanti kalau dari evaluasi ternyata aman bertahap kuota kami tingkatkan hingga 50 persen," ujarnya kepada TribunJatim.com.
Tidak hanya itu, kata Novita, di awal pembukaan pendaki hanya direkomendasikan berkunjung sampai batas 1 kilometer dari Puncak Mahameru.
Artinya, kawasan terakhir yang boleh dikunjungi pendaki hanya sampai di Kalimati.
"Himbauan itu karena aktivitas Gunung Semeru masih fluktuatif," ungkapnya kepada TribunJatim.com.
Sebagai catatan, pendakian Gunung Semeru sejak 30 November akibat adanya peningkatan klimatologi dan curah hujan yang tinggi memungkinkan terjadinya badai.
Disamping itu penutupan juga dalam rangka pemulihan atau revitalisasi ekosistem.
berita tentang Gunung Semeru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/para-pendaki-gunung-semeru.jpg)