Serangan Teroris di Mabes Polri
Babak Baru Jaringan Teroris, Aparat Temukan Atribut FPI, BNPT: Beberapa Terlibat, Faktanya Empiris
Muncul babak baru jaringan teroris yang ternyata ada anggotanya yang juga ikut dalam gerakan FPI, organisasi yang kini sudah tak diizinkan beroperasi.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
"Dari 24 tersangka (teroris) yang dilakukan penangkapan Densus 88 Januari 2021, 18 berlatar belakang FPI," kata Eddy.
"Sehingga ditemukan beberapa atribut (FPI) yang memang sudah dilarang sesuai dengan SKB 6 Menteri," ungkapnya.
Ia menegaskan pernyataan itu sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan, yakni ada oknum anggota FPI yang terjun ke dalam aksi teror.
Mereka kemudian masuk dalam jaringan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar.
Baca juga: Bergetar Kesaksian Dokter Lihat Bayi Zaskia Sungkar, Irwansyah Ungkap Kondisi Anak, Shireen: Ujian
Selanjutnya, Eddy menambahkan, pihak kepolisian masih menyelidiki temuan tersebut.
"Ini juga menjadi fakta empiris bahwa beberapa anggota yang bagian dari FPI terlibat di dalam tindak pidana terorisme," papar Eddy.
"Dari 24 yang dilakukan penangkapan oleh Densus 88 yang memang tergabung afiliasi JAD Makassar, 18-nya itu adalah FPI," jelasnya.
"Ini hasil yang memang sekarang masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum," tambah dia.
Eddy menyinggung JAD terafiliasi dengan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Mereka sudah melakukan baiat terhadap ISIS.
Seorang anggota JAD juga bertanggung jawab atas bom bunuh diri di sebuah gereja katedral di Jolo, Filipina pada 2015 silam.
Sementara itu, Ali Imron, terpidana teroris Bom Bali I menyatakan analisisnya terhadap peristiwa terorisme yang belakangan terjadi.
Hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kabar Petang di TvOne, Senin (29/3/2021).
Diketahui kedua pelaku bom bunuh diri yang merupakan pasangan suami istri, yakni L dan YSR.
Ali mengungkapkan saat ini masih banyak anggota kelompok teror yang ingin melakukan bom bunuh diri.