Serangan Teroris di Mabes Polri
Babak Baru Jaringan Teroris, Aparat Temukan Atribut FPI, BNPT: Beberapa Terlibat, Faktanya Empiris
Muncul babak baru jaringan teroris yang ternyata ada anggotanya yang juga ikut dalam gerakan FPI, organisasi yang kini sudah tak diizinkan beroperasi.
Penulis: Ignatia | Editor: Sudarma Adi
Ali mengungkapkan dirinya juga pernah melakukan serangan ke gereja-gereja dengan motif menyebarkan teror.
"Kami mengebom gereja itu ada tujuannya," ungkap Ali Imron.
Motif itu terkait rencana gembong teroris Hambali alias Riduan Islamuddin.
Hambali dikenal sebagai terpidana kasus Bom Bali pada 2002, dan sekarang ia ditahan di Guantanamo, Kuba.
"Apa tujuannya? Ini 'kan programnya Hambali yang sekarang dipenjara di Guantanamo, senior saya di Afganistan," jelas Ali.
"Apa tujuannya? Hanya memberi peringatan kepada umat Kristen akan kejadian Ambon dan Poso. Jadi waktu itu hanya memberi peringatan," lanjut terpidana Bom Bali I ini.
Baca juga: Pasca Bom di Makassar, Baru Dua Gereja di Surabaya Layangkan Pemberitahuan Ibadah Paskah Tatap Muka
Ia mengakui perbuatannya telah meneror masyarakat, terutama terkait isu SARA yang berkembang di Ambon dan Poso.
"Maka bom yang kami buat bom yang kecil-kecil. Kami letakkan di tempat yang kosong karena hanya memberi peringatan umat Kristen mengenai kejadian Ambon dan Poso," kata Ali.
"Walaupun akhirnya kami instrospeksi," jelasnya.
Ali menyebut dirinya telah menyadari tujuan aksi teror tidak dapat dibenarkan, apapun alasannya.
"Bukan kami pribadi, tapi jaringan kami, Jamaah Islamiyah (JI), pada waktu itu ketika kami diketahui sebagai pelaku, kami dihabisi," ungkap Ali.
"Artinya adalah aksi jihad yang semacam itu adalah salah, enggak benar," tegasnya.
"Jadi kita saja sebagai pelaku masih pro dan kontra. Apalagi masyarakat," tambah Ali.
Baca kumpulan berita seputar aksi terorisme di Indonesia berikut
Jangan lupa update terus kabar terbaru Kasus Serangan Teroris di Mabes Polri