Breaking News:

Berita Otomotif

Pakar Nilai Wuling Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata, Almaz RS Tombak Dobrak Pasar Otomotif Indonesia

Pakar Marketing dan Branding dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya soroti produk asal Tiongkok: Wuling tak bisa dipandang sebelah mata.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Training Manager PT Berkat Langgeng Sukses Sejati (Wuling Bless), Davy C saat menunjukan produk Wuling Almaz RS kepada calon konsumen, Senin (5/4/2021) di diler Wuling Bless Basuki Rahmat Surabaya. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pakar Marketing dan Branding dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya, Basuki Rachmat menilai kehadiran Wuling di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.

Di segmen Sport Utility Vehicle (SUV), Wuling juga semakin menjadi ancaman serius bagi para brand-brand besar yang sudah lama malang melintang di pasar otomotif Indonesia.

"Berdasarkan data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), SUV andalan Wuling di Indonesia, yakni Almaz berhasil mengasapi Honda CR-V di akhir tahun 2020 (Desember) dengan selisih 180 unit. Artinya, perolehan ini menandakan kiprah mobil SUV asal Tiongkok ini tak bisa dianggap remeh," ujar Basuki kepada TribunJatim.com, Senin (5/4/21) di Surabaya.

Basuki menerangkan, jika dilihat kebelakang, produsen-produsen asal Tiongkok selalu berhasil mengambil hati masyarakat Indonesia dalam waktu singkat.

Baca juga: Siasat Pria Gresik Pacari Istri Orang hingga Berhubungan Intim, Simpan Foto Syur Korban untuk 1 Hal

Baca juga: Baru Nikah, Aurel Hermansyah Ngamuk ke Atta Halilintar, Drama di Rumah Baru, Suami: Buang Baju Aku

Ia mencontohkan, sejumlah vendor ponsel China, seperti Vivo dan Oppo semakin yang sekarang semakin merajai pasar Indonesia.

Bahkan, Vivo dan Oppo secara beruntun dari tahun ke tahun selalu berhasil menguasai pasar smartphone di Indonesia.

"Menurut data yang saya lihat dari lembaga riset IDC, sepanjang tahun 2020, penguasa pasar smartphone pada posisi pertama masih dikuasai Vivo dengan pangsa pasar 23,3 persen dan urutan kedua diraih Oppo dengan persentase 23,2 persen. Ini menandakan bahwa produk asal Tiongkok selalu bisa diterima masyarakat Indonesia dengan cepat. Berbeda dengan produk lainnya, seperti Samsung, butuh waktu yang lama dengan dibarengi menciptakan inovasi untuk bisa diterima oleh pasar Indonesia," jelas Basuki.

Basuki menilai, keberhasilan produsen asal Tiongkok sendiri berkat menerapkan strategi dalam menawarkan sebuah produk yang punya keunggulan dan fungsi yang sama dari kompetitor, namun harga yang ditawarkan lebih murah.

Baca juga: Gempar Rumah Dinas Wali Kota Malang, Dilempari Flare dan Kertas Tulisan Selamatkan Yayasan Arema

Baca juga: Marah Wali Kota Malang Dengar ASN RSUD Sebut Perwali TPP Abal-abal: Silahkan Buat Pegunduran Diri

Halaman
1234
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved