Berita Otomotif
Pakar Nilai Wuling Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata, Almaz RS Tombak Dobrak Pasar Otomotif Indonesia
Pakar Marketing dan Branding dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya soroti produk asal Tiongkok: Wuling tak bisa dipandang sebelah mata.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pakar Marketing dan Branding dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Surabaya, Basuki Rachmat menilai kehadiran Wuling di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.
Di segmen Sport Utility Vehicle (SUV), Wuling juga semakin menjadi ancaman serius bagi para brand-brand besar yang sudah lama malang melintang di pasar otomotif Indonesia.
"Berdasarkan data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), SUV andalan Wuling di Indonesia, yakni Almaz berhasil mengasapi Honda CR-V di akhir tahun 2020 (Desember) dengan selisih 180 unit. Artinya, perolehan ini menandakan kiprah mobil SUV asal Tiongkok ini tak bisa dianggap remeh," ujar Basuki kepada TribunJatim.com, Senin (5/4/21) di Surabaya.
Basuki menerangkan, jika dilihat kebelakang, produsen-produsen asal Tiongkok selalu berhasil mengambil hati masyarakat Indonesia dalam waktu singkat.
Baca juga: Siasat Pria Gresik Pacari Istri Orang hingga Berhubungan Intim, Simpan Foto Syur Korban untuk 1 Hal
Baca juga: Baru Nikah, Aurel Hermansyah Ngamuk ke Atta Halilintar, Drama di Rumah Baru, Suami: Buang Baju Aku
Ia mencontohkan, sejumlah vendor ponsel China, seperti Vivo dan Oppo semakin yang sekarang semakin merajai pasar Indonesia.
Bahkan, Vivo dan Oppo secara beruntun dari tahun ke tahun selalu berhasil menguasai pasar smartphone di Indonesia.
"Menurut data yang saya lihat dari lembaga riset IDC, sepanjang tahun 2020, penguasa pasar smartphone pada posisi pertama masih dikuasai Vivo dengan pangsa pasar 23,3 persen dan urutan kedua diraih Oppo dengan persentase 23,2 persen. Ini menandakan bahwa produk asal Tiongkok selalu bisa diterima masyarakat Indonesia dengan cepat. Berbeda dengan produk lainnya, seperti Samsung, butuh waktu yang lama dengan dibarengi menciptakan inovasi untuk bisa diterima oleh pasar Indonesia," jelas Basuki.
Basuki menilai, keberhasilan produsen asal Tiongkok sendiri berkat menerapkan strategi dalam menawarkan sebuah produk yang punya keunggulan dan fungsi yang sama dari kompetitor, namun harga yang ditawarkan lebih murah.
Baca juga: Gempar Rumah Dinas Wali Kota Malang, Dilempari Flare dan Kertas Tulisan Selamatkan Yayasan Arema
Baca juga: Marah Wali Kota Malang Dengar ASN RSUD Sebut Perwali TPP Abal-abal: Silahkan Buat Pegunduran Diri
Berkaca dari kesemua hal itu pula, lanjut Basuki, maka tak menutup kemungkinan kiprah Wuling Almaz bisa bernasib sama dengan Vivo dan Oppo.
Basuki menambahkan, jika seseorang jeli, misi Wuling dalam upaya menguasai pasar mobil segmen SUV di Indonesia lewat Almaz sangat jelas disampaikan saat peluncuran Wuling Almaz RS tepat 29 Maret lalu di Tanggerang.
"Dimana tepat peluncuran Wuling Almaz RS bersamaan pula diluncurkannya logo baru Wuling. Bahkan, Wuling Almaz RS merupakan produk pertama yang mengaplikasikan logo baru Wuling. Saya menilai bahwa Wuling ingin memberi pesan kepada kompetitor bahwa dia akan menjalankan misinya dalam menguasai pasar seluruh segmen mobil dengan pintu pertamanya lewat segmen SUV," terang Basuki.
Tak hanya itu, Basuki juga meyakini pesan yang disampaikan Wuling dalam upaya menjadi raja di pasar otomotif Indonesia lewat pintu segmen SUV yakni Almaz semakin diperjelas pula dengan penamaan Almaz.
"Dua huruf R dan S yang ada pada nama Almaz terbaru ini kan singakatan dari Rising Stars (Bintang Baru), oleh karenanya saya yakin bahwa Almaz RS memang dijadikan Wuling sebagai ujung tombak dalam mendobrak pasar otomotif," sambung dia.