Berita Jember

Anggota Dewan Sentil AMDK Milik Keluarga Bupati Jadi Suguhan Rapat Paripurna

Suguhan air mineral saat rapat paripurna di DPRD Jember menjadi bahan sentilan. Sentilan itu datang dari tiga anggota DPRD Jember rapat paripurna

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Suguhan air mineral yang dikritik anggota DPRD Jember 

Reporter : Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Suguhan air mineral saat rapat paripurna di DPRD Jember menjadi bahan sentilan. Sentilan itu datang dari tiga anggota DPRD Jember ketika rapat paripurna berlangsung di DPRD Jember, Senin (5/4/2021) siang.

Ceritanya, DPRD Jember sedang menggeber pembahasan Raperda APBD Jember tahun 2021. Pembahasan dilakukan secara marathon, mulai Minggu (4/4/2021) malam, Senin (5/4/2021) siang, dan malam ini.

Sudah menjadi pemandangan umum, ketika rapat paripurna ada suguhan, antara lain berupa kue dan minuman (kopi, teh, air mineral).

Biasanya, suguhan itu tidak menjadi persoalan, atau menjadi bahan sentilan, sampai koreksi. Namun pemandangan berbeda terjadi ketika Rapat Paripurna III berlangsung Senin (4/4/2021) siang.

Ada tiga anggota dewan yang mempertanyakan merek air mineral yang disuguhkan. Ketiganya adalah Agusta Jaka Purwana, Sunarsi Khoris, dan Nyoman Aribowo.

Baca juga: Menpan : ASN Nekad Mudik Lebaran 2021, Akan Kena Sanksi

Baca juga: Gus Baha : Tips Memilih Teman dan Tangis Gus Baha ke TKI

Baca juga: Sah, Kabupaten Jember Akhirnya Punya Perda APBD Tahun 2021

Sentilan, kritik, dan saran mereka terkait dengan air mineral bermerk 'Al-Qodiri' yang disuguhkan saat paripurna beragendakan Jawaban Pemandangan Umum Fraksi terhadap Penyampaian Nota Pengantar Raperda APBD Tahun Anggaran 2021 oleh Bupati Jember.

Kritik dan saran dari anggota dewan itu dilakukan setelah Bupati Jember Hendy Siswanto membacakan jawabannya.

"Interupsi sebentar Pimpinan Sidang. Maaf, ini sepele, tetapi perlu kami sampaikan. Bapak bupati ini sekarang miliknya warga Jember, bukan lagi milik keluarga. Tidak enak rasanya, kalau air mineral di rapat paripurna ini memakai produk dari keluarga bupati. Apalagi Pemkab Jember kan juga punya air mineral sendiri, ada Perumdam Tirta Pandhalungan. Kenapa tidak memakai itu," ujar Agusta.

Kritik dan saran dari Agusta itu langsung disahuti oleh Sunarsi Khoris.

"Kalau boleh saya bertanya, apa keunggulan dari merek ini, daripada merek lain?," sentil Khoris.

Nyoman Aribowo juga menyahuti. Dia menyarankan air mineral yang dipakai sebaiknya produk milik BUMD Kabupaten Jember.

Setelah mendapatkan kritik dari anggota dewan itu, air mineral yang dipakai saat rapat paripurna Senin (5/4/2021) malam berubah. Pada rapat paripurna beragendakan Pandangan Akhir Fraksi dan Penandatanganan Perda APBD Jember tahun 2021, air mineral yang dipakai adalah Hazora, air mineral produksi BUMD Jember, Perumdam Tirta Pandhalungan.

"Sudah ganti malam ini," ujar David Handoko Seto, anggota dewan yang juga Ketua Komisi C DPRD Jember, sambil menunjukkan foto air mineral yang disuguhkan.

Kabupaten Jember terbilang daerah yang memiliki banyak perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Ada sembilan perusahaan AMDK di Jember. AMDK itu ada yang diproduksi oleh perusahaan daerah Kabupaten Jember, maupun swasta.

Berita tentang Bupati Jember

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved