Breaking News:

Berita Magetan

Nasib Pilu Santri di Magetan Saat Main di Proyek Tandon Air, Teman-teman nya Sampai Teriak Histeris

Andrian (13), anak warga Dusun Banaran, Desa Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meninggal dalam bak tandon air proyek Program

TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Santri di Magetan tewas di proyek bak tandon air 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Andrian (13), anak warga Dusun Banaran, Desa Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meninggal dalam bak tandon air proyek Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS) di Dusun Tawing, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur berkedalaman kurang lebih tiga meter.

Ketika pekerja proyek istirahat, lima anak santri rata-rata berusia  sekitar belasan tahun, tanpa sepengetahuan pelaksana proyek, bermain main disekitar proyek bak tandon air Pamsimas yang tengah dikerjakan.

"Korban ini yang pertama salto terjun ke dalam bak tandon yang baru mulan digali, kedati baru digali, rencana bak tandon yang memiliki panjang tujuh meter, lebar tiga meter dan berkedalaman lebih tiga meter ini bawah masih lumpur tanah liat,"kata Kapolsek Plaosan, Resor Magetan, AKP Muhammad Munir Palevi kepada Surya, Kamis (8/4)

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Perampok di Gresik Dipergoki Warga, Motor Pelaku Dibakar, Lihat Nasibnya

Begitu terjun ke dalam air, lanjut Kapolsek Munir,  ditungu tunggu teman temannya korban tidak muncul lagi ke permukaan, setelah kurang lebih lima menit keempat temannya ini baru teriak teriak minta tolong. Namun warga setempat tidak ada yang berani, masuk ke air bak tandon itu, hingga akhirnya melapor ke Polsek, sekitar Kamis (8/4) pukul 13.00.

"Kami langsung menghubungi tim BPBD Kabupaten Magetan. Begitu tim BPBD di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban dari dalam bak tandon proyek Pamsimas yang baru di gali. Posisi korban saat diangkat, dalam keadaan berdiri didalam air dan kakinya masuk ke lumpur sebatas lutut,"kata  AKP Munir.

Kelima anak belasan tahun,  yang bermain di proyek bak tandon air itu, termasuk korban, santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadiin, Tawing, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, yang jaraknya sekitar 50 meter dengan proyek bak tandon itu.

Setelah korban berhasil di evakuasi dari dalam air, langsung di bawa ke pelataran masjid Ponpes Hidayatul Mubtadiin. Kedua orangtua korban yang dihubungi langsung ke Ponpes.

Karena ibu korban pingsan, pihak Ponpes membawanya kembali ke rumahnya di Dusun Banaran, Desa Alastuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur

Menurut Kapolsek Plaosan, Resor Magetan, penyebab kematian korban sedang dilakukan pendalaman. Termasuk berapa orang temannya yang bermain saat terakhir korban terjun ke air dan tenggelam di bak penampungan.

"Kita masih melakukan pendalaman, berapa orang teman teman korban, siapa yang mengajak ke proyek Pamsimas itu. Tapi di lokasi proyek sudah ada tulisan larangan warga memasuki lokasi proyek selain pekerja,"kata Muhammad Munir.(tyo).

Kumpulan berita Madiun terkini

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved