Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ngaji Gus Baha

Gus Baha : Hukumnya Shalat Tarawih itu Sunah, Sedang Mencari Nafkah Itu Wajib

Gayanya yang sederhana membuat Gus Baha dikagumi banyak orang dari berbagai kalangan. Gus Baha dalam setiap pengajian kitab selalu menyejukkan hati

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
Youtube
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha merupakan penjaga khazanah intelektual Islam, yang jadi aset Nahdlatul Ulama masa depan yang disebut juga sebagai manusia Al Quran . 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pria bernama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim itu kini menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al Quran di Rembang, Jawa Tengah.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha selalu menyejukkan hati dalam ngaji kitabnya.

Bahkan apa yang dituturkan Gus Baha selalu sukses mengena di hati, baik yang baru paham kitab kuning atau yang sudah paham.

Santri kesayangan almarhum KH. Maimoen Zubair tersebut juga memiliki pengetahun yang mendalam tentang Alquran.

Wajar tentunya jika Gus Baha sangat ahli tafsir Alquran.

Dalam salah satu pengajiannya, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha punya pesan khusus terkait ibadah di Bulan Ramadan.

Gus Baha mengatakan, kita harus menghargai orang orang yang sulit melaksanakan salat berjamaah terutama di bulan Ramadan karena harus menjalankan pekerjaannya.

"Salat Tarawih memang ibadah yang mulia. Namun, tetap saja, mencari nafkah itu lebih penting bahkan wajib. Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu hal yang utama," terang Gus Baha.

Jangan terlalu membesar-besarkan hal yang berpotensi membuat orang biasa jadi susah menjalankan syariat Islam.

“Hindarilah omongan seperti misalnya saat bulan Ramadan, rugi, Ramadan hanya setahun sekali kok gak shalat tarawih di masjid berjama’ah. Itu namanya tak menghargai perasaan orang. Di luar sana itu, ada satpam, penjaga toko, tukang ojek, tukang parkir, dan banyak pekerja di malam hari yang mungkin menangis di dalam hati. Mereka juga ingin tarawih, tapi apa daya mereka sedang bekerja," papar Gus Baha.

Baca juga: Gus Baha Ingatkan Warga NU Jangan Anti Hisab, Muhammadiyah Jangan Anti Rukyah

Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM: Gus Baha Tolak Bantuan Uang Miliaran hingga Mobil Nyemplung di Jurang

Baca juga: Ahli Bedah Syok Bongkar Isi Perut Buaya Tua, Terjawab Kejanggalan di Kampung 25 Tahun Lalu: Mustahil

Menurut Gus Baha, Hukumnya shalat Tarawih itu sunah. Sementara mencari nafkah itu wajib.

"Menghindari diri dari kemiskinan secara ekonomi supaya tidak menjadi beban orang lain, itu hal yang utama. Dan dalam riwayat jelas sekali, Kanjeng Nabi itu sangat mencintai sholat tarawih, tapi beliau sengaja meninggalkannya setelah beberapa hari sholat, supaya tarawih tidak dianggap sebagai ibadah wajib," tegas putra dari KH Nur Salim ini.

Bahkan dalam hal sholat wajib, Gus Baha mewanti-wanti agar imam sholat jangan terlalu lama membaca bacaan sholat.

“Kanjeng Nabi itu sangat suka sholat. Suatu saat ketika Kanjeng Nabi mengimami sholat, beliau mendengar bayi menangis. Kanjeng Nabi memutuskan untuk mempercepat sholatnya. Khawatir ibu dari bayi yang jadi makmumnya," ujar Santri Kinasih KH Maimoen Zubair ini

Gus Baha mengisahkan, bahwa ia pernah didatangi seorang kiai yang mengeluh karena jama’ahnya tak bertambah.

“Loh Jangan-jangan orang yang tidak datang sudah hebat,” celetuk Gus Baha.

“loh Kok bisa, Gus..?” kata Kiai tersebut.

“Kamu kan mengajarkan supaya orang berbuat baik kepada keluarganya. Mungkin orang yang tidak mengaji itu sedang mempraktekkan ajaran itu. Dia mungkin sedang makan Bakso dengan keluarganya. Kamu kan mengajarkan supaya orang mencari nafkah yang halal. Nah, orang yang tidak datang itu mungkin sedang bekerja mencari Nafkah yang halal untuk kehidupan keluarganya,” jelas Gus Baha.

Mendapat jawaban tersebut sang kiai hanya bisa diam.

“Masak sih, Gus..?”

“Loh kamu itu dikasih tahu kok gak percaya. Makanya, jadi kiai itu yang bijak,” timpal Gus Baha.

“Kiai itu penyangga umat banyak. Kalau mau bikin kajian, ya jangan saat orang bekerja. Jangan sampai orang-orang berpikir bahwa Islam itu hadir sebagai masalah,” terang Gus Baha.

Ahli Ibadah dan Seorang yang Suka Tidur

Gus Baha pernah menceritakan tentang perbandingan orang ahli ibadah dengan orang yang ahli tidur. Lebih tinggi mana maqomnya?

Seorang ahli ibadah yang hampir setiap hari puasa sunah, malamnya rajin salat tahajud, suatu saat bertanya kepada Tuhan.

“Tuhan, adakah orang yang lebih baik dari aku?”

Tuhan lalu menjawab: “Ada.”

“Tunjukkan kepadaku, siapa orang itu ya Tuhanku…” pinta si tukang ibadah.

Tuhan lalu menunjukkan seseorang yang suka tidur.

Segera si tukang ibadah protes. “Tuhan, kenapa orang yang suka tidur bisa lebih baik dibanding aku?”

“Kamu rajin beribadah siang dan malam, karena khawatir masuk neraka. Kamu sesungguhnya meragukan kasih sayangku. Sementara orang itu tidur karena yakin aku akan memasukkannya ke dalam surga. Dia tenang karena yakin begitu melimpahnya kasih sayangku.”

Berita tentang Ngaji Gus Baha

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved