Berita Tulungagung

Lewat Dialog Yang Alot, Tempat Usaha Perajin Batu Desa Gamping Aman Dari Proyek Pavingisasi

Puluhan perajin batu di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jatim mendatangi kantor desa setempat, rabu (14/4/2021).

Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
david yohanes/surya
Seorang perwakilan warga Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat membacakan kesepakatan. 

Reporter : David Yohanes | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Puluhan perajin batu di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jatim mendatangi kantor desa setempat, rabu (14/4/2021).

Mereka kembali melanjutkan protesnya pada proyek pavingisasi di bantaran Parit Agung yang digagas Pemerintah Desa Gamping.

Pertemuan ini sempat berjalan panas, karena perwakilan warga mengajukan protes dengan keras.

Sementara Camat, Komandan Koramil dan Kapolsek Campurdarat berupaya meredam.

Bahkan Camat Campurdarat, Arief Efendi para pihak untuk berdiskusi di internal desa.

“Selesaikan di internal desa. Masalahnya pada komunikasi yang belum menyentuh masyarakat,” tegas Arief.

Baca juga: Ratapan Merana Nadya Mustika setelah Lahirkan Anak Rizki DA, Maafin Ibu Ya, Suami Bagi Kabar Buruk

Baca juga: Distribusi Bantuan Makanan Lamban,Pemkab Lumajang Tambah Dapur Umum Dekat Lokasi Terdampak

Baca juga: Ramadhan Heritage Java Paragon Surabaya, Sajikan Masakan Khas Indonesia untuk Menu Buka Puasa

Perwakilan warga dan pemerintah desa pun duduk satu meja untuk mencari solusi.

Warga menghendaki pavingisasi itu tidak mengorbankan tempat usaha warga maupun bangunan lain.

Sementara pihak desa berpatokan bahwa jalan yang akan dibangun lebar totalnya mencapai 10 meter.

Setelah dialog yang alot, keputusan pun disambut sorak sukacita para perajin batu.

Sebab pemerintah desa sepakat dengan tuntutan warga.

Fokus pavingisasi adalah jalan selebar 3 meter, sedangkan bahu jalannya menyesuaikan.

“Jadi misalnya bahu jalan ini menabrak tempat warga, tidak usah digusur, itu urusannya Jasa Tirta. Bahu jalannya yang dipersempit, tanpa mengganggu jalan utama,” ucap Purnomo, salah satu tokoh masyarakat.

Dalam kesepakatan ini warga juga sepakat untuk menjaga jalan paving yang akan dibangun.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved