89 PNS Naik Pangkat, Wali Kota Kediri Tekankan Kinerja Berbasis Data dan Dampak Nyata

Pemerintah Kota Kediri kembali menegaskan pentingnya peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai fondasi pelayanan publik

Tayang:
Pemkot Kediri
PENYERAHAN - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan SK Kenaikan Pangkat periode 1 Mei 2026. Terdapat 89 PNS yang menerika SK Kenaikan Pangkat. Penyerahan dilakukan pada Senin (4/5/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Kediri menyerahkan SK kenaikan pangkat kepada 89 PNS periode 1 Mei 2026.
  • Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan kenaikan pangkat adalah tanggung jawab untuk meningkatkan kinerja.
  • ASN didorong menyusun program berbasis data, dengan perencanaan matang serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri kembali menegaskan pentingnya peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai fondasi pelayanan publik yang berkelanjutan.

Momentum ini terlihat dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat periode 1 Mei 2026 kepada 89 PNS yang digelar pada Senin (4/5/2026).

Wali Kota Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan tanggung jawab baru yang harus dijawab dengan kinerja lebih baik. 

"Selamat bagi yang menerima SK Kenaikan Pangkat. Tentu Bapak Ibu tidak boleh cepat berpuas diri karena tuntutan dan harapan masyarakat masih banyak," kata Vinanda.

Ia menekankan bahwa capaian karier harus selaras dengan peningkatan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, SK kenaikan pangkat harus menjadi pemacu semangat untuk terus berprestasi. 

"SK Kenaikan Pangkat ini menjadi semangat untuk menunjukkan prestasi dan kinerja yang baik," imbuhnya.

Dalam arahannya, wali kota juga menyoroti pentingnya perencanaan berbasis data sebagai kunci kebijakan yang tepat sasaran.

Ia mengingatkan bahwa setiap program harus disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat. 

"Apapun programnya harus didasari dengan data. Maka dari itu perencanaan ini harus matang," ungkapnya.

Selain perencanaan, aspek monitoring dan evaluasi dinilai tak kalah penting.

Ia menilai bahwa pengawasan yang konsisten dapat memastikan program berjalan sesuai tujuan serta mampu menjawab persoalan di lapangan. 

"Apabila ditemukan kendala dalam pelaksanaan program secepatnya harus dicarikan solusinya," tegasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved