Breaking News:

Kuasa Hukum PT NSK Minta Keringanan Serta Kebijaksanaan Kejaksaan dan Pengadilan

Kuasa hukum dari PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK), Tanu Hariyadi meminta dengan hormat Pengadilan Negeri Surabaya untuk memberikan keputusan yang bija

yoni Iskandar/Tribunjatim
PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK), dari Ki-Ka : Erick Kurniawan SH, Tanu Hariyadi SH. MH, dan Erick Kurniawan SH saat ditemui di Surabaya 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Kuasa hukum dari PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK), Tanu Hariyadi meminta dengan hormat Pengadilan Negeri Surabaya untuk memberikan keputusan yang bijaksana kepada kliennya.

Kita ketahui Beny Prayogi, direktur PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK), bersama ayahnya, Suwandi Wibowo, serta Irwan Suwandi didakwa menipu PT Sukorejo Indah Textile (SIT). Kini mereka ditahan di Polrestabes Surabaya.

PT Sukorejo Indah Textile (SIT) diduga merugi Rp 22,1 miliar dari pengiriman sarung yang tidak dibayar. Pengacara terdakwa Tanu Hariyadi menyatakan, kliennya sama sekali tidak punya niat jahat untuk tidak membayar pesanan sarung. Dia menegaskan, pembayaran bermasalah karena pandemi.

”Posisinya karena  Covid-19 yang menyebabkan perekonomian terhambat. Itu menyebabkan keterlambatan pembayaran. Bukan dia tidak membayar,” ujar Tanu Hariyadi .

Tanu Hariyadi SH, MH, M.KN yang didampingi Andi Wijatmiko SH, serta Erick Kurniawan SH, menjelaskan bahwa pihak nya tidak ada niatan jahat untuk menipu atau tidak mau membayar sarung pesanannya, karena hubungan dagangnya sudah berlaku sejak Tahun 1997 – 2020 ( 23 Tahun ).

Baca juga: Perusahaan Harus Jujur, LaNyalla Minta Pemprov Jatim Kawal Pembayaran THR

Baca juga: Mengintip Dapur Maia Estianty di Apartemennya, Beda Drastis Sama Punya Mulan Jameela Hanya Disemen

Baca juga: Inilah Besaran Pajak Lima Tahunan Kendaraan dan Cara Mengurusnya Mandiri, Cek Fisik Gratis!

Dari Tingkat penyelidikan sampai ditahannya mereka bertiga yaitu total keseluruhannya 4 koma 6 milyar dengan perincian bulan September 2020 sebanyak 4 kali 70 juta, bulan Januari 2021, sebanyak 3 kali yaitu 4 koma lima milyar dan Bulan Pebruari 2021 sebanyak 3 kali yaitu 30 juta semuanya ada buktinya

"Kendati kasus ini dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian, tapi klien kami Bapak Suwandi tetap memberitikad baik dengan melakukan kewajiban pembayaran dengan cara dicicil kepada PT Sukorejo Indah textile. Bahhkan dalam Kurun waktu bulan Januari saja sebesar 4,5 Miliar. bukan nilai yang kecil. Secara logika, kalau mau membawa kabur uang tersebut pasti akan jauh lebih besar. Bahkan Benny, Anak pak Suwadi yang ditahan di Polrestabes Surabaya, Benny atau anaknnya Pak Suswandi tetap membayar kewajibannya," papar Tanu Hariyadi kepada Tribunjatim.com.

Sebagai kuasa hukum dari keluarga Suwandi, Tanu Hariyadi berharap kliennnya diberikan kebijaksanaan secara manusiawi.

"Cara logika berfikirnya adalah tentu kalau sudah dilaporkan polisi atau seseorang ditahan akan tidak mengangsur. Tapi mereka tetap membayar kendati dia ditahan, sebenarnya tidak ada itikad jahat dari Pak Suwandi atau Benny. Apalagi Sampai saat ini Suwandi kondisinya sudah berumur, sudah tua, umurnya 60 tahun-an. Bahkan dua orang anaknya juga ditahan. Yakni Irwan dan Benny. Padahal Irwan dan Benny mempunyai anak yang dibawah umur dan memerlukan pengawasan serta memenuhi kebutuhan. Tapi saat ini istrinya yang bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Itu yang menjadi kasihan. Saya berusaha sebagai kuasa hukum untuk mencari kebenaran, dalam hal ini," harap Tanu Hariyadi.

Halaman
12
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved