Berita Jatim

Buruh Wadul ke Dewan Tentang THR, DPRD Jatim Pastikan Tampung Aspirasi Para Pekerja

Sejumlah buruh di Jawa Timur wadul ke dewan tentang THR keagamaan, DPRD Jatim pastikan tampung aspirasi para pekerja.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Suasana audiensi antara perwakilan massa buruh dengan anggota DPRD Jatim, Hari Putri Lestari, Rabu (21/4/2021).  

Reporter: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - DPRD Jatim memastikan telah menampung aspirasi puluhan buruh yang melakukan aksi di depan gedung dewan, Rabu (21/4/2021).

Seluruh aspirasi yang disampaikan sudah diterima dan ditampung kalangan legislatif.

Anggota DPRD Jatim, Hari Putri Lestari mengatakan, untuk Tunjangan Hari Raya (THR) misalnya, dia menangkap keresahan para buruh jika tidak ada pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja.

"Ini fungsi pengawas atau Dinas Tenaga Kerja untuk mengingatkan para pengusaha, menyiapkan agar tidak ada kekecewaan pada THR," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (21/4/2021).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menemui langsung massa aksi. Baik saat melakukan audiensi dengan perwakilan massa, maupun langsung menemui saat massa berorasi persis di depan gerbang gedung legislatif.

Menurutnya, pengawasan itu merupakan ujung tombak untuk menekan persoalan yang berkaitan dengan tenaga kerja. Sehingga, hal itu disebut memang penting.

Baca juga: Sanksi Perusahaan yang Tak Bayar THR di Tuban, Penghentian Produksi Hingga Pembekuan Usaha

Baca juga: Golongan Penerima THR 2021 Versi Menaker, Cek Cara Hitung Besarannya, Kerja 3 Bulan Dapat Berapa?

Aspirasi lain yang disampaikan massa tentang pembahasan Perda Jaminan Pesangon dipastikan tidak hilang dari prolegda.

Para pengunjuk rasa itu menagih janji terkait pembahasan perda tersebut yang diketahui sudah masuk prolegda sejak tahun 2019. Hari Putri Lestari menyampaikan jika hal itu masih masuk prolegda.

"Saya jelaskan bahwa Komisi E bukan mengabaikan, tapi kita juga lagi mengerjakan tiga perda. Mereka paham, intinya ini tidak dihapus sedang proses. Dan draftnya kita juga siapkan, mereka juga siapkan sebagai bahan untuk draft raperda. Mereka berharap itu tetap diproses," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah buruh dari beberapa daerah di Jawa Timur kembali menggeruduk DPRD Jatim, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Ikut Program Pemberdayaan Komunitas, Perpustakaan Karta Patriot Terpilih Ikuti Lomba Tingkat Jatim

Baca juga: 77 Tempat Ibadah Rusak Terdampak Gempa, Khofifah Kirim Terpal dan Tenda agar Masyarakat Bisa Ibadah

Baca juga: Kisah Ramadan Pelajar Indonesia Puasa 16 Jam di Turki-Inggris, Tak Ada Azan hingga Masjid Dihidupkan

Di antara tuntutan yang dibawa adalah agar pemerintah serius dalam pengawasan pembayaran THR

"Kita melakukan aksi di DPRD, ada beberapa hal yang kita sampaikan," kata Ardian, perwakilan massa saat ditemui di lokasi.  

Mereka menggelar aksi persis di depan gerbang gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya.

Para buruh menuntut pengawasan pembayaran THR secara maksimal, 2021.
Para buruh menuntut pengawasan pembayaran THR secara maksimal, 2021. (TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA)

Ada banyak spanduk yang mereka bawa. Spanduk tersebut bertuliskan tentang beragam tuntutan para buruh di Jawa Timur. 

Terkait THR, Ardian meminta pemerintah tak hanya membuka posko tempat aduan. Melainkan harus memastikan jika setiap laporan ditindaklanjuti. Penegakan hukum harus dilakukan bila ditemukan pelanggaran. 

"Karena itu, kita meminta pada Pemerintah Provinsi Jatim, Dinas Tenaga Kerja segera buat posko THR di seluruh kabupaten/kota di Jatim. Kemudian, melakukan penegakan terhadap aturan THR ini," terangnya.

Berita tentang Jawa Timur

Berita tentang Ramadan 2021

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved