Breaking News:

Ramadan 2021

Kisah Ramadan Pelajar Indonesia Puasa 16 Jam di Turki-Inggris, Tak Ada Azan hingga Masjid Dihidupkan

Cerita Ramadan dua mahasiswi Indonesia, Fadiah Mukhsen dan Rika Rostika berpuasa 16 jam di Turki dan Inggris. Tidak ada azan hingga masjid dihidupkan.

Penulis: Ficca Ayu Saraswaty | Editor: Ficca Ayu Saraswaty
Dok Fadiah Mukhsen dan Rika Rostika
Kiri-kanan: Fadiah Mukhsen, mahasiswi Indonesia yang menempuh studi S2 di Sakarya University, Turki jurusan Pendidikan Agama. Rika Rostika, mahasiswi Indonesia yang menempuh studi S2 di University of Bristol, Inggris jurusan MSc Education (Leadership and Policy). 

Reporter: Ficca Ayu Saraswaty | Editor: Ficca Ayu Saraswaty

TRIBUNJATIM.COM - Suka cita Ramadan 2021/1442 H dirasakan oleh umat muslim seantero dunia, tak terkecuali para pelajar Indonesia yang saat ini menempuh studi di luar negeri.

Para Warga Negara Indonesia (WNI) muslim yang menjalankan ibadah puasa di luar negeri ini tentunya mengalami berbagai rintangan selama menjalani puasa di sana.

Selain waktu puasa yang lebih panjang di beberapa negara, umat Muslim yang menjadi kaum minoritas di negara Barat seperti di Inggris juga mengalami berbagai kendala lainnya.

Baca juga: Film Pendek Omah Njero: Tempat Paling Sakral, Sendang Kapit Pancuran, hingga Ruang Semayam Para Ego

Ramadan di Inggris saat Pandemi Covid-19

Rika Rostika, mahasiswi Indonesia yang saat ini menempuh studi S2 di University of Bristol, Inggris jurusan MSc Education (Leadership and Policy).
Rika Rostika, mahasiswi Indonesia yang saat ini menempuh studi S2 di University of Bristol, Inggris jurusan MSc Education (Leadership and Policy). (Dok Rika Rostika)

Rika Rostika misalnya, mahasiswi Indonesia yang menempuh studi MSc Education (Leadership and Policy) University of Bristol, Inggris ini menceritakan suasana Ramadan 2021 di Inggris sebagai kaum minoritas.

Tahun pertamanya kuliah sekaligus menjadi pengalaman pertamanya puasa di Inggris. Ia harus menjalani puasa dengan durasi waktu hingga 16 jam. Terlebih, puasa saat ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

“Ini merupakan tahun pertama kuliah saya, master (S2) di Inggris hanya setahun. Pengalaman pertama puasa di sini panjang puasanya beda dengan di indonesia yakni 16 jam, mendekati summer bisa sampai 18 jam,” ujar Rika.

Lebih lanjut, Rika mengurai cerita suasana Ramadan 2021 di Inggris tidak sekondusif dan semeriah seperti di Indonesia. Toko baju dan restoran telah dibuka kembali, namun tetap dengan peraturan tertentu.

“Suasana Ramadan karena ada virus Corona berbeda sekali, tapi bisa dibilang lebih baik dari tahun sebelumnya, tahun kemarin di sini lockdown total, kalau sekarang proses vaksinasi sudah berjalan hampir selesai. Saat ini di Inggris situasinya sudah tahap 2 lockdown. Toko baju sudah dibuka kembali, restoran dibuka tapi hanya untuk indoor bukan outdoor setting,” urai Rika.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved