Kisah Pilu Hidup Putra RA Kartini, Ditinggal Wafat Ibu Usia 4 Hari, Wariskan 1 Pesan Mendalam
Selain perjalanan RA Kartini yang disorot, kisah hidup putra tunggal RA Kartini juga menarik disimak.
Soesalit wafat di RSAP 17 Maret 1979.
Satu pesan yang diwariskan Soesalit adalah agar keturunannya tak membangga-banggakan dirinya sebagai keturunan RA Kartini dan selalu rendah hati.
Baca juga: Marah Arya Saloka Dicecar Gegara Unfollow IG Amanda Manopo, Apa Gunanya Mata, Andin: Blok Aja
Sementara itu, kematian RA Kartini hingga kini masih juga meninggalkan teka-teki.
RA Kartini diketahui meninggal dunia di usia 25 tahun.
Disebutkan RA Kartini meninggal dunia secara mendadak pada 17 September 1904.
Hanya empat hari setelah melahirkan putra semata wayangnya, Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat.
Kerabat dan suaminya, Raden Mas Djojoadiningrat bahkan tidak mengira pahlawan wanita ini akan meninggalkan mereka begitu cepat.
Ia syok dan bingung, mengapa RA Kartini tiba-tiba meninggal.
“Dengan halus dan tenang ia mengembuskan napasnya yang terakhir dalam pelukan saya."
"Lima menit sebelum hilangnya (meninggal) pikirannya masih utuh, dan sampai saat terakhir ia masih sadar," tulis Djojoadiningrat, suami RA Kartini.
Baca juga: Akhirnya Sule Naik Pitam, Sahurnya Kacau Disebut Selingkuhi Nathalie, Emosi Bahas Fitnah: Malu Kamu!
Hal itu seperti dikutip dari buku "Kartini: Sebuah Biografi" yang ditulis oleh Sitisoemandari Soerto, melansir Kompas.com.
Padahal, saat melahirkan RA Kartini sama sekali tidak mengalami masalah apapun.
Bayi yang dilahirkannya sehat, pun dengan dirinya.
Empat hari kemudian, sang dokter Ravesteijn, kembali datang untuk memeriksa kondisi RA Kartini.
Bahkan RA Kartini dikabarkan sempat meminum anggur untuk keselamatan bayi dan sang ibu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ra-kartini-dan-anaknya-raden-mas-soesalit_20180421_124334.jpg)