Muhammad Adrian, Mahasiswa Berprestasi ITS Ingin Banggakan Orang Tua
Muhammad Adrian Fadhilah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 2021 kategori Sarjana.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Sulvi Sofiana | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Banyaknya prestasi dan kiprah yang telah dijalani mengantarkan Muhammad Adrian Fadhilah terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 2021 kategori Sarjana.
Mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri ini memiliki cita-cita besar untuk menjadi representatif bagi almamaternya dan mampu membanggakan Indonesia.
“Saya ingin sekali menjadi representatif untuk sekolah sejak SD, bahkan sampai SMP, SMA, dan kuliah pun saya ingin selalu seperti itu,” ungkap penghobi menulis tersebut.
Dikatakan mahasiswa kelahiran 9 Juli 2000 itu, ia mulai bisa merealisasikan keinginannya tersebut ketika berstatus sebagai mahasiswa ITS.
Mengawali perjuangan dalam mencapai mimpi, pada tahun 2019, pemuda yang akrab disapa Adrian ini berhasil mewakili ITS dalam Seoul International Invention Fair (IIF) 2019 yang diadakan di Korea Selatan dan tampil di depan 635 inventor dari 30 negara.
Dari sana pemuda asal Gresik ini memiliki cita-cita lebih tinggi dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu menjadi wakil dari Indonesia.
Baca juga: Sarung Tenun Ikat Parengan Banjir Order 10x Lipat di Ramadan 2021, Artis Ibu Kota Juga Kesengsem
Baca juga: Terkuak Sudah Alasan Sule Ditinggal Nathalie, Gagal Move On dari Lina, Cerai? Putri Delina Pemicunya
Baca juga: Sosok Letkol Laut (P) Heri Oktavian Komandan KRI Nanggala 402, Lulusan Sesko Jerman, Karir Cemerlang
Dari pengalaman berharga yang digapainya, Adrian mengungkapkan banyak mendapat pembelajaran baru mengenai jati diri mahasiswa yang tidak hanya diukur pada kemampuan akademik, tetapi juga dalam lingkup berorganisasi dan berkreasi.
Hal tersebutlah yang membuat Adrian terus maju dan berkompetisi, terutama dalam bidang inovasi dan invensi.
Berbagai penghargaan berhasil ia bawa pulang, salah satunya menjadi peraih medali emas di ASEAN Innovative Science and Entrepreneur Fair (AISEF) 2021, Februari lalu.
Dikatakan Andrian, ajang Mawapres tidak serta merta Adrian jalani untuk membuat bangga diri, trainer keilmiahan ITS itu berkata bahwa harapan terbesarnya tidak lain adalah untuk membanggakan kedua orang tua.
“Apabila berbicara terkait motivasi mengikuti Mawapres, satu hal utama yang ingin saya tuju adalah ingin membuat senyum di wajah orang tua saya,” terang mahasiswa angkatan 2018 tersebut.
Tak hanya itu, Adrian juga menceritakan mengenai tekadnya dalam hidup untuk terus belajar sembari menebar kebermanfaatan bagi orang lain.
Dengan demikian, mengikuti ajang Mawapres merupakan salah satu langkah Adrian untuk memenuhi tujuan tersebut.
“Dengan menjadi Mawapres ini kesempatan saya untuk bisa berbagi dengan orang lain dan memberikan hal-hal positif jauh bisa lebih didengar dan ditangkap lebih luas oleh orang lain,” sambungnya.