Breaking News:

Ramadan 2021

Apakah Boleh Membayar Zakat Fitrah Pakai Beras Pemberian? Berikut Hukum dan Penjelasan Baznas

Bagaimana hukumnya membayar zakat menggunakan beras hasil pemberian zakat? Simak penjelasan lengkapnya!

www.nu.or.id
Zakat Fitrah 

Lantas, bagaimana hukumnya membayar zakat menggunakan beras hasil pemberian zakat?

Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakananta mengatakan, beras pemberian zakat boleh digunakan untuk membayar zakat.

Menurutnya, beras pemberian zakat tersebut merupakan rejeki seseorang.

"Tidak apa-apa. Misal, kita mendapat rejeki, baik dari bekerja, hadiah, maupun dizakati, itu tidak apa-apa kalau sudah jadi milik kita," kata Arifin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Baca juga: Cara Membuat Es Teler Alpukat dan Nangka, Segar Manis Buat Takjil Buka Puasa, Catat Resepnya di Sini

"Jadi begitu diberikan, maka beras atau harta itu hitungannya milik kita. Jika merasa cukup ya silakan membayar zakat," sambungnya.

Arifin menyebut beras yang tidak boleh digunakan untuk membayar zakat adalah beras kepemilikan orang lain, seperti beras dari berutang.

Sebab, salah satu syarat dari zakat adalah milik penuh.

Muhammad bin Qasim al-Ghazi dalam Fathul Qarib mengatakan, ada tiga kondisi yang mengharuskan seseorang untuk membayar zakat fitrah.

Pertama, beragama Islam.

Baca juga: Kapan Datangnya Malam Lailatul Qadar? Berikut Ciri dan Tandanya, Serta 7 Amalan Sebaiknya Dilakukan

Kedua, menjumpai waktu wajibnya zakat fitrah, yaitu akhir Bulan Ramadan dan awal dari Bulan Syawal.

Halaman
123
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved