Breaking News

Berbagai Persiapan dan Cara Budi Daya Sarang Burung Walet, Mulai Lahan Hingga Memancing Datang

Berbagai persiapan dan cara budi daya sarang burung walet untuk pemula, siapkan lahan hingga memancing untuk datang.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/DOK EKAWALET
Burung walet saat menghuni hunian rumah kosong yang dijadikan habitat terbarunya, 2021. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di tengah pandemi Covid-19 (virus Corona), Sarang Burung Walet (SBW) kian menjadi buah bibir masyarakat yang punya jiwa bisnis.

Itu karena mengingat potensinya yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor dan meningkatkan penghasilan devisa negara.

Bagaimana memulai bisnis SBW dan bagaimana langkah awal yang benar untuk membudidayakan burung walet?

Kepada TribunJatim.com dan Harian Surya, secara eksklusif Ahli dan Senior Konsultan Budi Daya Burung Walet, Hary K Nugroho menjelaskan, awal untuk melakukan budi daya walet adalah fokus makrohabitat.

"Jadi, jika sudah punya lahan tinggal membuat rumah, sedangkan jika belum punya lahan dan akan membeli lahan perlu memperhatikan kondisi sekitar. Jangan sampai sia-sia membeli lahan untuk budi daya baru. Perhatikan lahan yang kita beli untuk menjalankan budi daya walet, apakah memang sentra walet atau jalur yang sering dilalui walet di daerah tersebut, alias kondisi sekitarnya memang mendukung," terangnya melalui WhatsApp, Sabtu (24/4/2021).

Setelah dirasa memang lahan yang dibeli cocok untuk budi daya walet, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah membangun rumah walet.

Tak perlu yang mewah, bisa juga rumah kayu. Yang terpenting bagaimana rumah walet sesuai dengan sarang walet pada umumnya, dalam hal ini adalah gua.

Baca juga: Jatim Siap Dukung Pengembangan Ekspor Sarang Burung Walet yang Jadi Primadona Ekspor RI

Baca juga: Legitnya Bisnis Jualan Takjil di Surabaya, Modal Rp 2 Juta, Omzetnya Bisa Setara Harga Yamaha Vega

Rumus tersebut juga menandakan bahwa dalam budi daya walet tak hanya bisa dijalankan di desa ataupun pelosok daerah, namun di wilayah perkotaan pun juga bisa. Asalkan bisa membuat rumah walet seperti gua, misalnya tingkat kelembapannya dan lain-lain.

Setelah punya rumah walet dengan tingkat kelembapan dan pencahayaan sama dengan berada di gua, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memancingnya.

Hary mencontohkan, rumah walet ini ibarat seseorang melakukan bisnis rumah kos-kosan.

"Jadi kita perlu menginfokan ke walet-walet bahwa di sini ada habitat yang cocok untuk ditinggali. Untuk menginfokan ini, caranya pun cukup mudah, kita pancing dengan suara musik walet. Cukup sediakan speaker yang bisa berulang-ulang memutar suara walet. Agar walet dari luar tahu. Upaya ini dilakukan karena burung walet hidup secara berkelompok dan bergerombol. Oleh karenanya, dengan cara memancing suara itu fungsinya untuk menandakan ke mereka di tempat ini ada pula walet sepertinya," terangnya.

Baca juga: Tangkap Peluang, Proyek Strategis Nasional Disebut Bikin Investor Tertarik Tanam Modal di Tuban

Setelah berhasil menginformasikan ke walet bahwa rumah walet yang dibangun ini adalah sebuah habitat baru yang cocok untuk mereka tinggali, baru kemudian langkah selanjutnya menjalankan sistem mikrohabitat.

"Mikrohabitat yang saya maksud di sini bagaimana walet-walet ini setelah masuk ke rumah walet yang kita bangun bisa betah berada di sini. Maka kita harus menyamankan mereka, misalnya menciptakan bau dan udara yang umumnya juga ada di habitat asli mereka," ungkap pria paruh baya yang juga sebagai owner Eka Walet tersebut.

Pegawai PT Nanyang Boga Jaya Industri saat mengecek kondisi produksi sarang burung walet, 2021.
Pegawai PT Nanyang Boga Jaya Industri saat mengecek kondisi produksi sarang burung walet, 2021. (TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH)

Perhunian walet yang sudah mapan banyak penghuninya mempunyai ciri khas bau yang ditimbulkan oleh kotoran burung tersebut.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved