Berita Tulungagung
Pekerja Migran yang Pulang ke Tulungagung Bakal Dikarantina Selama Lima Hari, Begini Teknisnya!
Pekerja migran yang hendak pulang ke Tulungagung akan menjalani karantina selama lima hari, Begini teknis rincinya!
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Untuk yang ke-2, mereka akan menjalani tes swab lagi untuk memastikan status kesehatannya.
Jika lewat lima hari dan dinyatakan negatif, mereka bisa dijemput pihak keluarga.
Baca juga: Jerit Tangis Keluarga Faqihudin Kru KRI Nanggala 402 Saat Bupati Tulungagung Tiba, Bibi Histeris
Baca juga: Organda Trenggalek Pasrah dengan Kebijakan Larangan Mudik Lebaran 2021: Wong Gak Boleh Jalan
“Kami akan menggandeng pihak perusahaan (penegrah). Karena mereka bertanggung jawab sejak keberangkatan sampai kepulangan pekerja migran,” tegas Agus.
Larangan mudik ini efektif diberlakukan pada 6-17 Mei 2021, dengan penghentian semua moda transportasi.
Namun pada 22 April hingga 4 Mei 2021 sudah dilakukan pengetatan.
Selepas pelarangan, tanggal 18-25 Mei masih dilanjutkan pengentatan lagi.
Agus justru khawatir dengan para pekerja migran yang tidak tahu kebijakan ini.
Sebab biasanya banyak para pekerja migran yang akan pulang kampung, menyeberang ke Batam atau Kepulauan Riau.
Padahal selama rentang waktu yang ditetapkan, tidak ada kendaraan umum yang beroperasi.
Baca juga: Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Polisi Dirikan Pos Penyekatan di Perbatasan Madiun-Nganjuk
Baca juga: Industri Alat Dapur di Tulungagung Masih Terdampak Pandemi Covid-19, Ada yang Mulai Bangkit
“Khawatirnya karena tidak ada kendaraan, mereka lalu keleleran. Terlantar di Batam atau Riau,” ujar Agus.
Karena itu Disnakertrans juga menggandeng para kepala desa yang warganya bekerja di luar negeri.
Para kades diminta menghubungi warga masing-masing, agar mereka tidak mudik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/susana-terminal-1-bandara-juanda.jpg)