Optimalisasi PAD, DPRD Jatim Dorong Transformasi DABN Jadi BUMD Baru

Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jawa Timur terus didorong melalui langkah strategis.

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Yusron Naufal Putra
BERI PENJELASAN - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardika saat ditemui di Surabaya beberapa waktu lalu.  

Ringkasan Berita:
  • DPRD Jatim dorong DABN menjadi BUMD baru melalui skema spin-off.
  • DABN dinilai punya potensi besar di sektor pelabuhan, transportasi, dan logistik.
  • Transformasi harus dilakukan bertahap dan sesuai regulasi.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jawa Timur terus didorong melalui langkah strategis.

Saat ini, DPRD Jatim pun mendorong penambahan BUMD baru selain juga terus mengoptimalkan seluruh perusahaan pelat merah yang telah ada. 

Penambahan BUMD baru ini bisa dilakukan dengan transformasi status PT Delta Artha Bahari Nusantara (PT DABN). DABN adalah anak perusahaan dari PT Petrogas Jatim Utama (PJU) yang merupakan BUMD milik Pemprov Jatim.

Saat ini, DABN merupakan perusahaan yang bergerak di sektor jasa kepelabuhanan. 

Dorongan untuk transformasi status DABN menjadi BUMD baru ini secara resmi dituangkan dalam Rekomendasi Pansus Pembahas Kinerja BUMD yang dibentuk DPRD Jatim.

Pansus tersebut dibentuk dewan untuk mengoptimalkan seluruh BUMD yang dimiliki Pemprov Jatim sehingga bisa meningkatkan PAD di Jawa Timur. 

Baca juga: Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso Sebut Program BSPS Berdampak Nyata untuk Masyarakat

Potensi Besar Sektor Transportasi Terpadu

Anggota Pansus BUMD, Pranaya Yudha Mahardika menjelaskan, bahwa rekomendasi yang muncul ini bukan tanpa pertimbangan. Termasuk dorongan untuk transformasi DABN.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim ini pun menyebut bahwa DABN memiliki potensi luar biasa jika optimalkan. 

"Pertama, kita kan sudah punya pelabuhan atau Badan Usaha Pelabuhan atau BUP terlepas bentuknya belum didefinitifkan," kata Yudha sapaan akrab politisi muda ini, kepada TribunJatim.com saat dihubungi dari Surabaya, Senin (4/5/2026). 

Selain BUP, sektor lain adalah karena Jawa Timur saat ini sudah memiliki moda transportasi TransJatim hingga rencana adanya LRT di Surabaya Raya yang digenjot oleh pemerintah pusat. Dengan transformasi, maka DABN bisa mengoptimalkan sejumlah potensi transportasi ini. 

"Nah, jadi itu nanti tiga-tiganya itu di dalam satu BUMD, begitu rencananya. Jadi DABN itu nanti bukan hanya pelabuhan tapi ada sub bisnis unit kereta api, ada sub bisnis unit TransJatim. Jangan lupa kita juga punya Bandara Abdul Rahman Saleh di Malang. Sehingga nanti jadi BUMD transportasi ," terang anggota Komisi C ini. 

Dalam catatan Pansus BUMD yang disampaikan dalam Rapat Paripurna sebelumnya mengungkapkan bahwa keberadaan DABN saat ini berada dalam posisi yang tidak jelas secara kelembagaan.

Baca juga: Hardiknas 2026, DPRD Jatim Ungkap Masih Ada Ketimpangan Pendidikan di Jawa Timur

Masalah Legalitas dan Model Bisnis

Namun pada saat yang sama memiliki potensi strategis yang besar untuk dikembangkan sebagai BUMD yang berdiri sendiri. 

Potensi tersebut terutama terkait dengan peluang pengembangan usaha kepelabuhanan dan logistik yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved