Breaking News:

Berita Nganjuk

Tampung Persoalan THR Lebaran 2021, Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk Buka Posko Pengaduan

Tampung persoalan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2021, Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk membuka posko pengaduan di Kantor Disnakerkop UM.

Shutterstock
Ilustrasi THR - Tampung Persoalan THR Lebaran 2021, Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk Buka Posko Pengaduan. 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Kabupaten Nganjuk buka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR).

Pembukaan Posko THR itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Nomor M/6.HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk, Suwanto mengatakan, para pekerja di perusahaan atau masyarakat umum yang membutuhkan informasi, konsultasi maupun memiliki permasalahan terkait pembayaran THR tahun 2021 dapat mendatangi Pokso THR yang ada di Kantor Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk.

"Kami telah siapkan sejumlah petugas yang akan melayani pekerja atau warga yang mengadu terkait persoalan THR Lebaran tahun ini," kata Suwanto, Selasa (27/4/2021).

Dijelaskan Suwanto, sesuai aturan untuk penyaluran THR keagamaan pada tahun 2021 ini diberikan penuh maksimal sebelum H-7 Lebaran. THR tersebut diberikan kepada seluruh pekerja maupun buruh dengan masa kerja minimal 1 bulan bekerja.

"Rinciannya misalnya hanya memiliki masa kerja enam bulan. Maka enam bulan tersebut dibagi 12 bulan kemudian dikalikan dengan gaji selama satu bulan. Itu THR yang didapat pekerja," ucap Suwanto.

Aturan THR Lebaran tahun ini, menurut Suwanto, berbeda dengan tahun 2020 karena pandemi Covid-19 (virus Corona). Tahun lalu perusahaan dapat memberikan THR dengan cara dicicil sampai dengan bulan Desember 2020.

Baca juga: CAIR Sudah THR PNS 2021, Tanpa Potongan dan Jumlah Sesuai Golongan, Cek Lengkap Besaran THR di Sini!

Namun untuk tahun ini, perusahaan wajib memberikan THR keagamaan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, yakni sebelum H-7 Hari Raya Idul Fitri.

Meski demikian, dikatakan Suwanto, pemerintah memberikan keringanan bagi perusahaan untuk membayarkan THR kepada pekerjanya. Dengan adanya kesepakatan atau persetujuan antara kedua belah pihak yakni antara perusahaan dan pekerja.

Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk, Suwanto, 2021.
Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk, Suwanto, 2021. (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

"Di antaranya kesepakatan itu maksimal pembayarannya THR pada H-1 sebelum hari raya," ucap Suwanto.

Sedangkan jika dalam kurun waktu H-7 Lebaran THR belum dibayarkan dan tidak ada kesepakatan antara perusahaan dan pekerja, Disnakerkop UM siap melakukan mediasi pendampingan.

"Kami persilakan pekerja melapor ke Posko THR, dan kami siap memfasilitasi. Dan kami tetap berharap jangan sampai ada persoalan THR di Kabupaten Nganjuk setelah perusahaan dapat memenuhi semua hak pekerja dengan besaran sesuai ketentuan yang ada," tutur Suwanto.

Berita tentang Kabupaten Nganjuk

Berita tentang Jawa Timur

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved