Breaking News:

Berita Jember

Jember Putuskan Salat Idul Fitri 1442 H di Rumah Masing-masing? Begini Kata Bupati Hendy Siswanto

Rakor Forkopimda Jember terkait Surat Edaran Menteri Agama RI. Begini kata Bupati Hendy Siswanto soal Salat Idul Fitri 1442 H.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Sri Wahyunik
Rakor Forkopimda Jember dan ulama di Jember terkait SE Menag RI, Sabtu (8/5/2021). 

Reporter: Sri Wahyunik | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER -  Peserta rapat koordinasi (Rakor) Forkopimda Jember bersama ulama terkait Surat Edaran Menteri Agama RI yang digelar Sabtu (8/5/2021), tidak menghasilkan keputusan tegas tingkat daerah, terkait Salat Idul Fitri 1442 H di Jember dilarang atau tidak.

Forkopimda Jember dan ulama peserta Rakor memilih akan meneruskan SE Menteri Agama RI No 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 di Masa Pandemi Covid-19, ke masyarakat Jember.

Meski begitu, Bupati Jember Hendy Siswanto yang diwawancarai setelah Rakor sekitar dua jam itu menegaskan, jika Pemkab Jember melaksanakan SE Menag RI tersebut.

"Tentunya kami harus in-line dengan SE Menteri Agama. Kami akan meneruskan keputusan pemerintah pusat, dalam hal ini SE Menteri Agama ini ke masyarakat Jember. Semuanya akan bergerak, meneruskan ke tempat peribadatan, baik masjid dan musala," ujar Hendy.

Baca juga: Masih Zona Oranye, Surabaya Berlakukan Sholat Ied di Rumah

Dalam SE Menag RI itu secara tegas menyebut, jika daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (Zona Merah dan Oranye), maka warganya agar melaksanakan Salat Idul Fitri di rumah masing-masing, sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya.

Salat Idul Fitri 1442 H bisa dilaksanakan di masjid atau lapangan, hanya untuk daerah yang dinyatakan aman dari virus Corona ( Covid-19 ) yakni zona hijau dan Kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.

Jika Salat Idul Fitri digelar, masih dalam SE tersebut, maka harus dilaksanakan memakai protokol kesehatan, yakni tempat ibadah hanya diisi 50 persen dari kapasitas, jamaah wajib memakai masker, menjaga jarak, ada pengecekan suhu tubuh, dan penyediaan tempat cuci tangan.

Sementara itu, Kabupaten Jember dalam peta persebaran Covid-19 di Jawa Timur masih termasuk zona oranye, atau risiko sedang.

Baca juga: Masih Zona Oranye, Kota Kediri Putuskan Salat Idul Fitri 1442 H di Rumah, Open House Dilarang

Jika dijlentrehkan ke tingkat kecamatan, dari 31 kecamatan se-Kabupaten Jember terbagi menjadi enam kecamatan Zona Hijau, 14 Zona Kuning, dan 11 Zona Oranye, hingga Jumat (7/5/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved