Breaking News:

Wawancara Ekslusif

Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie Pemimpin Baru Bandara Juanda, Instruktur Penerbang Termuda

Sejak Januari 2021 lalu, Bandara Juanda punya pemimpin baru. Ia adalah Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie. General Manager (GM) Angkasa Pura I

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Suasana Terminal 1 Bandara Juanda nampak dipadati para penumpang kedatangan dan keberangkatan. Minggu (2/5/21) Malam. 

Reporter : Nuraini Faiq | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejak Januari 2021 lalu, Bandara Juanda punya pemimpin baru. Ia adalah Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie. General Manager (GM) Angkasa Pura I ini bukan hanya pelaut tetapi juga punya keahlian menerbangkan pesawat militer TNI AL.

Selama menjadi pilot ia pernah nyaris celaka di kawasan udara Bangka Belitung ketika menerbangkan pesawat Nomad.

"Saat itu tiba-tiba satu mesin mati mendadak. Saya sempat panik dan memikirkan kematian. Tapi alhamdullilah saya bisa fokus lakukan prosedur emergency hingga mendarat selamat di Bandara Tanjungpinang," kenangnya.

Pengalaman lain yang tidak bisa dilupakan adalah harus kehilangan saudara sepupu, Kolonel Laut (P) Harry Setiawan. Komandan Satuan Kapal Selam di Armada II Surabaya ini menjadi korban tenggelamnya KRI Nanggala 402 di Laut Bali.

"Beberapa hari sebelum musibah itu saya sempat main musik bersama Pak Harry. Saya main piano, beliau main gitar dan kami asyik bernyanyi," kenangnya sambil berkaca-kaca.

Saat itu Kol Harry menyanyikan lagu Bad Roses karya Bon Jovi. "Dalam lagu itu ada lirik soal perpisahan. Saya amat sedih kalau mengenangnya. Sebenarnya kami bersama keluarga sudah mengagendakan buka bersama dengan beliau," tambah pria usia 47 tahun itu.

Baca juga: Masa Larangan Mudik, Bandara Juanda Tetap Layani Penerbangan Terbatas

Berikut wawancara lengkap Kolonel Kicky dengan Pemimpin Redaksi Harian Surya Feby Mahendra Putra.

Dengan usia yang relatif muda, Anda mendapat kepercayaan sebagai GM Angkasa Pura 1 Juanda. Bagaimana reaksi Anda?

Terus terang ditugaskannya saya menjadi GM Angkasa Pura adalah di luar dugaan. Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi pimpinan di bandara sebesar Bandara Juanda. Artinya tidak saja berpikir layanan tapi juga bisnis. Militer yang mengawaki bandara. Saya pelaut yang penerbang.

Halaman
1234
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved