Breaking News:

Berita Malang

343 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Mendapat Remisi Idul Fitri, Dua di Antaranya Napi Korupsi

Hari raya Idul Fitri 1442 H menjadi hari penuh berkah bagi umat muslim. Tak terkecuali bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang, Tri Anna Aryati. 

Reporter : Kukuh Kurniawan | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Hari raya Idul Fitri 1442 H menjadi hari penuh berkah bagi umat muslim. Tak terkecuali bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II A Malang.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang, Tri Anna Aryati menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan 348 warga binaan mendapatkan remisi Idul Fitri.

"Namun yang turun dari pusat, jumlah warga binaan yang berhak mendapatkan remisi Idul Fitri Tahun 2021 sebanyak 343 orang. Sedangkan sisanya, sebanyak lima orang warga binaan terjadi kesalahan verifikasi sehingga tidak mendapatkan remisi Idul Fitri. Tetapi kelima warga binaan itu, akan kami usulkan kembali untuk mendapatkan remisi," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (13/5/2021).

Dari 343 warga binaan yang mendapatkan remisi Idul Fitri, tidak ada satupun yang bebas murni.

"Tidak ada yang bebas murni. Semua warga binaan yang memperoleh remisi Idul Fitri 2021 hanya mendapatkan pengurangan pidana," tambahnya.

Dirinya pun juga menerangkan, karena sebagian besar penghuni Lapas Perempuan Malang terjerat kasus narkoba. Maka warga binaan yang mendapat remisi Idul Fitri, sebagian besar terjerat kasus kejahatan narkoba.

Baca juga: Optimalkan Peluang Staycation, HARRIS Hotel Bundaran Satelit Surabaya Tawarkan Paket Inap Murah

"Tetapi dari 343 warga binaan yang berhak mendapat remisi Idul Fitri 2021, juga terdapat dua napi korupsi. Dua napi kasus korupsi yang mendapat remisi Idul Fitri, berinisial S dan D," jelasnya.

Tri Anna Aryati juga menambahkan, karena saat ini dalam masa pandemi Covid 19. Maka pemberian remisi Idul Fitri 2021 dilakukan dengan cara sederhana.

"Kami tidak melakukan penyerahan remisi secara simbolis. Hanya kami tempel di blok hunian. Sesuai dengan perintah pimpinan," pungkasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved