Apotek Online Lifepack

Mengenal Jenis Masalah Kulit yang Disebabkan Oleh Jamur, 5 Cara Ini Bisa Cegah Infeksi Jamur Kulit

20-25% pada populasi dunia diperkirakan mengalami jamur kulit. Simak informasi lengkapnya disajikan oleh dr Felicia Puspita S Ked.

Tayang:
Editor: Hefty Suud
Freepik by phanuwatnandee
ILUSTRASI jamur kulit. 

TRIBUNJATIM.COM -  Jamur kulit atau mikosis superfisialis adalah infeksi jamur yang terjadi di kulit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur.

Angka kejadian jamur kulit diperkirakan sekitar 20-25% pada populasi dunia.

Untuk diketahui, jamur kulit merupakan salah satu bentuk infeksi yang paling sering terjadi pada manusia.

Berikut informasi lengkapnya disajikan oleh dr Felicia Puspita S Ked.

Informasi

Indonesia dengan iklim tropis disertai suhu dan kelembaban tinggi membuat lingkungan yang baik untuk pertumbuhan jamur, sehingga angka kejadian infeksi jamur meningkat.

Terdapat berbagai jenis masalah kulit yang disebabkan oleh jamur. Beberapa di antaranya adalah:

●      Tinea versicolor

Infeksi jamur ini juga dikenal dengan nama pityriasis versicolor atau panu.

Tinea versicolor ditandai dengan adanya bercak pada kulit yang terlihat lebih lebih gelap (hiperpigmentasi) atau lebih terang (hipopigmentasi) dari kulit sehat di sekitarnya.

Bercak ini paling sering muncul pada punggung dan dada.

●      Tinea corporis

Tinea corporis adalah infeksi jamur kulit pada tubuh manusia yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofita. Jamur ini menginfeksi area batang tubuh, leher, lengan, dan tungkai.

Infeksi golongan dermatofita memiliki nama khusus sesuai dengan area tubuh yang terinfeksi, misalnya pada kulit kepala (tinea capitis), wajah (tinea fasialis), tangan (tinea manuum), selangkangan (tinea cruris), dan kaki (tinea pedis).

●      Cutaneous candidiasis (candidiasis kulit)

Candidiasis disebabkan oleh jamur golongan non-dermatofita yaitu Candida albicans.

Infeksi ini paling sering terjadi pada pasien dengan sistem imun yang rendah (immunocompromised).

Candidiasis kulit paling sering muncul pada daerah lipatan tubuh (daerah intertriginosa) seperti pada daerah lipatan payudara, ketiak, lipat paha, atau sela jari. Lesi candidiasis akan tampak sebagai bercak kemerahan yang gatal disertai dengan bercak-bercak kecil di sekitarnya.

Gejala

Gejala klasik dari infeksi pada kulit adalah lesi yang memiliki area kulit normal yang sehat yang dikelilingi oleh tepian aktif kemerahan dan bersisik (central healing).

ILUSTRASI jamur kulit.
ILUSTRASI jamur kulit. (Freepik by goffkein)

Beberapa gejala umum yang dapat muncul pada infeksi jamur kulit, adalah:

●       Iritasi pada kulit

●       Kulit tampak bersisik

●       Kemerahan pada kulit

●       Gatal, terutama muncul saat berkeringat

●       Lepuh (blisters)

Penyebab

Terdapat berbagai jenis jamur kulit yang dapat menginfeksi manusia. Secara umum, jamur kulit dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

●       Golongan dermatofita, seperti Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton

●       Golongan non-dermatofita, seperti Candida albicans

Dermatofitosis (infeksi yang disebabkan oleh golongan dermatofita) menginvasi jaringan yang mengandung keratin seperti stratum korneum kulit, rambut, dan kuku.

Sehingga, golongan dermatofita dapat menginfeksi hampir seluruh permukaan kulit tubuh manusia.

Sementara itu, infeksi oleh Candida lebih sering terjadi pada daerah lipatan kulit seperti lipat pada atau lipat payudara. 

Diagnosis

Untuk mendiagnosis jamur kulit, dokter akan menanyakan mengenai keluhan dan riwayat penyakit yang diderita. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan pada kulit yang mengalami kelainan.

Apabila gambaran kelainan pada kulit yang muncul tidak khas, dokter akan mengusulkan untuk melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikannya. Beberapa metode pemeriksaan yang dapat dilakukan, adalah:

●       Pemeriksaan kerokan kulit. Dokter akan mengambil sampel melalui kerokan kulit pada daerah kulit yang mengalami kelainan, kemudian hasil kerokan tersebut akan ditetesi menggunakan larutan KOH (kalium hidroksida). Setelah itu akan dilihat di bawah mikroskop untuk memastikan apakah terdapat jamur pada kerokan kulit tersebut.

●       Pemeriksaan lampu wood. Untuk infeksi jamur golongan dermatofita, dapat dilakukan penyinaran menggunakan lampu wood. Lesi pada kulit akan berpendar berwarna hijau kekuningan apabila terdapat jamur pada lesi tersebut.

Pengobatan

Pengobatan yang diberikan pada pasien dengan jamur kulit bergantung terhadap jenis jamur penyebabnya.

Obat anti-jamur bekerja untuk mengobati infeksi jamur dengan membunuh jamur secara langsung serta mencegahnya tumbuh dan berkembang kembali. Obat anti-jamur tersedia dalam berbagai sediaan, diantaranya:

●       Krim atau salep

●       Bubuk

●       Shampoo 

●       Tablet

Jika disebabkan oleh jamur dermatofita, pengobatan anti-jamur yang disarankan untuk infeksi jamur lokal adalah dengan menggunakan obat golongan azol yang diberikan secara topikal, misalnya:

●       Ketokonazole

●       Mikonazole

●       Klotrimazole

Terapi topikal harus diberikan pada lesi dan 2 cm kulit di luar area lesi sebanyak satu atau dua kali sehari selama minimal 2 minggu, tergantung terhadap agen yang digunakan.

Bila lesi pada kulit luas, pasien akan dianjurkan untuk mengkonsumsi obat secara oral.

Obat yang merupakan pilihan pada lesi kulit yang luas adalah griseofulvin, terbinafin, atau ketokonazole. Sebelum mengonsumsi obat, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Konsumsi obat-obatan harus sesuai petunjuk dan pengawasan dokter.

Pencegahan

Beberapa hal yang dapat mencegah terjadinya infeksi jamur kulit antara lain:

●       Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat

●       Gunakan pakaian dengan bahan yang mudah menyerap keringat

●       Menjaga kebersihan tubuh

●       Ganti secara teratur pakaian, kaos kaki, atau sepatu bila sering terkena keringat

●       Jangan berganti-gantian saat menggunakan pakaian dan handuk dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang mengalami infeksi jamur kulit

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri.

Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Referensi:

Tainwala R, Sharma YK. Pathogenesis of Dermatophytoses. Indian Journal of Dermatology. Indian J Dermatol. 2011;56(3):259-261
Rosida F, Ervianti E. Retrospective Study: superficial mycoses. Periodical of Dermatology and Venereology. 2017; 29(2): 117-125
Yee G, Al Aboud AM. Tinea corporis. StatPearls. 2021 [online]
Sayed C. Tinea versicolor. Medscape website. 2020 [online]
Flowers RH. Cutaneous Candidiasis. Medscape website. 2020 [online]
Shukla S. Tinea corporis. Medscape website. 2020 [online]
Jaliman D. Fungal Infections of the skin. WebMD website. 2020 [online]

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved