Breaking News:

Berita Gresik

Tugu Gapura Naga Giri di Kebomas Gresik Rawan Ambrol

Tugu gapura selamat datang di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Dahanrejo, Kecamatan Kebomas Gresik rawan ambrol.

Willy Abraham/Tribunjatim
Dilarang masuk, tugu gapura Naga Giri rawan ambrol di Kecamatan Kebomas, Minggu (30/5/2021). 

Reporter : Willy abraham | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Tugu gapura selamat datang di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Dahanrejo, Kecamatan Kebomas Gresik rawan ambrol.

Bangunan di sisi sebelah kiri atau pintu masuk Gresik dari arah Lamongan dipasang banner bangunan rawan ambrol.

Tugu yang merupakan CSR dari PT Petrokimia Gresik pada tahun 2015 itu kondisinya memprihatinkan. Dipasang sejumlah bambu yang menutup pintu masuk dan beberapa kawat agar masyarakat tidak masuk ke dalam bangunan.

Dibalik banner larangan masuk, area dalam tugu, banyak pecahan batu alam yang berserakan. Mulai berukuran besar dan kecil.

Tugu kembar yang menelan anggaran sebesar Rp 7 miliar itu kondisinya ditumbuhi rumput liar.

Batu alam yang dipasang hingga tinggi menjulang kondisinya rawan lepas. Bahkan ada sebagian sisi bangunan yang batu alamnya sudah lepas, ada pula yang masih menganga. Hal ini dapat membahayakan masyarakat yang berada di sekitar tugu gapura tersebut.

“Patung naga giri-nya juga ditumbuhi rumput liar,” ucap Iswahyudi, warga yang sedang beristirahat setelah bersepeda.

Baca juga: Gresik Lestari, Bupati Gresik Gus Yani Selamatkan Naskah Kuno Gresik

Padahal, ikon Naga Giri sebagai simbol mencerminkan ciri Gresik sebagai Kota Wali. Disetiap tugu gapura terdapat patung Naga Giri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Najikh saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya membenarkan jika bangunan tersebut rawan ambrol. Lebih tepatnya pada bagian batu alam di bagian luar.

Pihaknya juga sudah memasang papan pengingat untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, batu alam yang menempel itu sering lepas.

“Beberapa kali memang lepas dan jatuh, batu batu alam di sisi luar yang masang dulu PU, kami hanya merawat, daripada bahaya kita kasih info ke masyarakat,” terangnya kepada TribunJatim.com, Minggu (30/5/2021).

Najikh menyebut, kondisi bangunan itu rawan ambrol sudah dua tahun belakangan ini. Hal ini berdasarkan laporan dari pasukan taman DLH Gresik. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk mengajukan anggaran perbaikan.

“Sudah ajukan renovasi cuman kena refocusing karena covid-19, mungkin menyesuaikan dengan anggaran. Kalau total besar anggaran saya lupa persisnya, sudah ada speknya kok,” tutupnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang Gresik

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved