Berita Malang
Napak Tilas Jalanan TKP Laka Maut Poncokusomo Malang, Dipercaya Warga Ada Bekas Pemakaman G30SPKI
Bau semerbak bunga tercium di lokasi kejadian kecelakaan maut pikap di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang menewaskan 8 orang.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
Reporter: Erwin Wicaksono I Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bau semerbak bunga tercium di lokasi kejadian kecelakaan maut pikap di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang menewaskan 8 orang.
Tampak sesajen dan bunga ritual selamatan masih berada di bawah pohon, saksi bisu nahasnya kecelakaan.
Tempat tersebut tepatnya berada di jalan Jalan Raya Dusun Simpar, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusomo, Kabupaten Malang.
Sesepuh warga setempat bernama Supa'at mengenang tempat sekitar lokasi TKP kecelakaan merupakan saksi bisu peristiwa G30SPKI.
"Disitu dulu zaman PKI ada banyak orang dikuburkan dalam satu liang. Kalau 100 orang ya lebih, lubangnya cuma satu saja. Ya di sekitar jalan itu (tempat kecelakaan),” ujar pria yang akrab mbah Pa'at ketika ditemui di kediamannya pada Rabu (2/6/2021) sore.
Rumah mbah Pa'at berada tak jauh dari lokasi kejadian kecelakaan. Tepatnya berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi tersebut.
Sembari mengingat peristiwa G30SPKI terjadi, Pa'at mengenang kejadian itu saat dirinya telah memiliki satu anak.
Ditanya lokasi tempat lokasi pemakaman, Pa'at tidak menyebut secara spesifik, tapi hanya menyebut di sekitar lokasi TKP kecelakaan. Kini, lokasi pemakaman massal yang dimaksud Pa'at ditumbuhi tanaman tebu.
"Waktu itu saya sudah punya anak 1. Mayat-mayat tersebut bukan orang Desa Wringinanom," kenangnya.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, jalanan TKP laka maut memiliki karakter lurus dengan turunan. Terdapat pohon-pohon di sekitar jalan tersebut.
Tampak pohon yang ditabrak pikap Mitsubishi L300 hanya terkelupas bagian kulitnya.
Tidak ada kerusakan berarti yang menimpa pohon. Namun pikap yang menabrak malah ringsek dibagian depan hingga menyebabkan sopir mengalami patah di sebagian tulangnya.
Pa'at tak menyebutkan adanya korelasi dengan cerita-cerita yang menyertai lokasi kejadian dengan peristiwa kecelakaan. Menurutnya, lokasi tersebut tidak angker. Namun para pengendara harus berhati-hati ketika melewati jalan tersebut.
“Kasihan sebenarnya, tapi memang zaman sekarang harus hati-hati ketika melakukan sesuatu hal, pokoknya semua harus hati-hati, tidak boleh sembrono,” pesan mbah Pa'at yang mengaku berusia 111 tahun itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bau-semerbak-bunga-tercium-di-lokasi-kecelakaan-maut-pikap-di-poncokusumo-yang-tewaskan-8-orang.jpg)