Wisudawan Unisma Minatul Amini Tak Bercita-cita Jadi Dokter, Bangga Jadi Terbaik
Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan wisuda luring semester gasal tahun akademik 2020/2021 di hari kedua, Minggu (6/6/2021)
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Sylvianita Widyawati | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan wisuda luring semester gasal tahun akademik 2020/2021 di hari kedua, Minggu (6/6/2021) di gedung bundar kampus setempat.
Lulusan terbaik universitas pada Program Pendidikan Profesi Dokter adalah dr Minatul Aini. Ia mendapat IPK 3,60.
Lama studinya 6,5 thn. Anak dari Kusnun dan Sarinah ini merasa senang menjadi terbaik dan tidak menyangka. "Saya tak bercita-cita jadi dokter. Jadi dokter itu takdir yang tiba-tiba," kata Minatul saat bertemu Kamis (3/6/2021).
Seusai menyelesaikan SMA di pondok di Kabupaten Pacitan, Jatim, ia mengabdi di pondok.
Oleh kiainya disarankan untuk tes dan lolos seleksi beasiswa santri berprestasi dari Kemenag sampai 12 semester. Ia membiayai satu semester sisanya. "Saya menjalani apa yang disarankan kiai saya. Sat kuliah S1, dari dalam diri ini juga ada pertanyaan apa saya pantas jadi dokter? Bagaimana saya bisa jadi dokter? Saya dulu sempat bingung," cerita wnaita berhijab ini.
Namun setelah menjalani co as dengan ikut para dokter spesialis di beberapa rumah sakit, ia sudah merasa mantap. Ia co as di RSUD Kanjuruan Kepanjen, Kabupaten Malang, lalu di RS di Blitar, RSUD Blambangan dan RSJ di Lawang belajar kejiwaan dan untuk forensik di RS di Porong, Kabupaten Sidoarjo. Saat ini, ia tengah magang dokter di Puskemas Punong, Pacitan.
Baca juga: Yustian Dwi Cahyo Lulusan Terbaik Unisma Suka Peternakan Sejak SMP, Sorot Sapi Mager dalam Skripsi
"Sudah jalan hampir empat bulan," katanya.
Ini harus dijalani selama satu tahun sebagai kewajiban dari Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan surat izin praktik dokter. Ia juga ada rencana studi lanjut agar jadi dokter spesialis. Minatul menyebut, adanya beasiswa Kemenag selalu ada. Sebab ini menjadi harapan baru untuk masuk kedokteran di kalangan santri.
Dijelaskan, untuk menjadi terbaik di PPD adalah tidak hanya dari IPK, tapi digabungkan dengan hasil UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter). Kebetulan ia mendapat nilai tertinggi di UKMPPD di Unisma. Sehingga jika digabungkan menjadikan nilainya tinggi.
"Jadi kiat terbaik dari adalah belajar agar mendapat nilai akademis tinggi dan diiimbangi dengan usaha batiniah dengan berdoa pada Allah," kata anak petani ini.
Selain itu, ortunya juga mendukung memberi motivasi dan doa. Sedang Prof drs Junaidi MPd PhD, Wakil Rektor I Unisma menjelaskan penyelenggaraan wisuda luring setelah melakukan survei pada calon wisudawan.
Sebanyak 78 persen ingin wisuda luring. Akhirnya Unisma mengajukan perizinan untuk kegiatan wisuda di Disnaker Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang. Untuk melaksanakan wisuda luring ada sejumlah syarat agar prokesnya terpenuhi.
"Dan kita menambahkan ada swab antigen untuk peserta wisuda dan orangtua di daerah asalnya," jelas Junaidi.
Sehingga ada proses screening sebelumnya. Pada saat masuk, mereka harus menyerahkan dua dokumen yaitu asli dan fotokopian hasil swabnya. Wisudawan juga diberi masker, face shield, hand sanitizer. Dalam wisuda Minggu menghadirkan Ketua LPP Maarif Jatim dalam memberikan sambutan sebagai pejabat publik.