Breaking News:

Berita Entertainment

Baim Wong Minta Gilang Si Bocah Putus Sekolah Pindah dari Rumah Pemberiannya: Sudah Hampir Setahun

Kini Baim Wong minta Gilang si bocah putus sekolah pindah dari rumah pemberiannya, ada apa?

YouTube/Baim Paula
Baim Wong minta Gilang pindah rumah 

Baim Wong ingin mengabarkan bahwa sewa rumah mewah tersebut sudah hampir habis.

"Karena ini kan hampir setahun, ini (rumah) kalau diperpanjang ya lumayan (bayarnya)."

"Kalau emang enggak di sini, kalian di mana? Bingung juga saya," ujar Baim Wong.

Karenanya, Baim Wong mengabarkan agar keluarga Gilang bersiap-siap untuk pindah rumah.

Meski begitu, Baim Wong mengaku tak akan melepas janjinya.

Yakni untuk menyekolahkan Gilang hingga tamat.

"Saya bertanggung jawab untuk sekolahnya ya."

"Insya Allah sampai selesai dengan nilai yang bagus," ujar Baim Wong.

Meski nantinya berpisah, Baim Wong mempersilakan Gilang jika mau main ke kantornya.

Baim Wong juga tak menutup pintu untuk Gilang jika ingin ke rumahnya.

"Terima kasih lho udah ngerawat rumah ini," kata Baim Wong kepada ibunda Gilang.

Sebelumnya, Baim Wong sempat marah-marah hingga mengusir pekerja proyek di rumah baru.

Diketahui Baim Wong bangun rumah baru untuk istri dan anaknya.

Akan tetapi, saat ditemui, ia justru mengaku proyek pembangunan menjadi kacau.

Padahal rumah barunya tersebut sudah mulai dibangun sejak delapan bulan yang lalu.

Tak hanya itu, ia juga menemukan kejanggalan hingga sudah habiskan banyak uang namun rumah belum jadi-jadi.

"Rumah kacau bosque, ini kacau balau. Gimana ini, enggak jadi-jadi."

"Semua pihak nyalah-nyalahin," kata Baim Wong, dikutip dari YouTube Baim Paula, Selasa (27/4/2021).

Dalam video terlihat proses pembangunan masih panjang untuk menjadi rumah layak huni.

Beberapa komponen untuk membangun rumah pun masih tergeletak di atas tanah.

Ketika memasuki area rumah, Baim Wong bertemu dengan seorang pekerja baru.

Secara gamblang, ia mengatakan pekerja lama sudah diberhentikan paksa sejak beberapa hari yang lalu.

Baim Wong mengatakan, pondasi rumah yang dikerjakan tidak sesuai dengan gambar struktur.

"Enggak bener habisnya," tuturnya.

Bahkan, terkait perkembangan rumah barunya, banyak rekan yang ingin memberikan bantuan.

Dikarenakan sudah selama itu proses pembangunan, namun masih juga belum rampung.

Ia menerangkan, semua temannya merasa kasihan hingga menghubunginya.

"Semua teman-teman saya kasihan sama saya, pada nelponin saya," terang Baim Wong.

Baim Wong temukan kejanggalan dalam proyek pembangunan rumah barunya
Baim Wong temukan kejanggalan dalam proyek pembangunan rumah barunya (YouTube/Baim Paula)

Lantas, terlihat memang di area pembangunan tampak sepi tidak ada pekerja.

Ayah satu anak ini menceritakan awal mula bisa menemukan kejanggalan.

Di mana ia sengaja menyewa manajemen konstruksi (MK) untuk memantau perkembangan pembangunan.

Baim Wong mengatakan, biaya sewa MK dalam satu bulan memakan dana yang tak sedikit.

Meski begitu, pemilik nama asli Muhammad Ibrahim ini tak memusingkannya selama masalah rumah bisa teratasi.

"Semua ini ketahuan setelah saya punya MK."

"Itu tugasnya apa yang diminta oleh arsitek sama struktur harus dijalani dengan spek yang sama."

"Supaya enggak berdiri sendiri-sendiri, dan akhirnya nanti apa yang dibilang nipu atau enggak ngeduitin," tambahnya.

Dan terjawab alasan suami Paula Verhoeven tersebut memberhentikan semua pekerja.

Lanjut setelah satu minggu berada di proyek pembangunan, pihak MK menemukan suatu kejanggalan.

Yang mana para pekerja terkait malah mengubah jenis pondasi dari yang sebelumnya sudah ditentukan.

Mereka justru membeli pondasi dengan kekuatan yang lebih rendah dari seharusnya.

Padahal komponen tersebut menjadi penting dalam pembangunan rumah.

"Setelah MK itu ada di sini selama seminggu, muncul hal yang tidak disuka semuanya."

"Kaget kita, langsung adain meeting mendadak, ada pihak arsitek, perwakilan, sama MK, juga mandornya," jelas Baim Wong.

Pihak MK pun mengetahui ada kejanggalan memilih mundur karena takut nantinya disalahkan.

Sang mandor pun ketika ditanya perihal pembelian pondasi, ia pun berkelit.

"Di situ dibahas semuanya, MK-nya bilang 'saya enggak mau kalau kerjaannya dengan seperti ini'," imbuhnya.

Baim Wong pun merasa kesal karena untuk proses pembangunan sudah menghabiskan uang banyak.

Bahkan sebanyak 39 pekerja, setiap harinya mereka diupah Rp150 ribu per orang.

Dalam satu minggu saja, aktor 40 tahun tersebut harus merogoh kocek hingga puluhan juta.

Baca berita Baim Wong dan Paula Verhoeven serta berita seleb lainnya

Penulis: Alga
Editor: Arie Noer Rachmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved