Berita Sidoarjo

Pemilik Lahan yang Sudah Dibebaskan untuk Frontage Road Sidoarjo Diminta Bongkar Bangunannya

Pemilik lahan yang sudah dibebaskan pemkab untuk Frontage Road Sidoarjo diminta untuk segera membongkar bangunannya.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/M TAUFIK
Frontage Road Sidoarjo yang sudah dibangun. Sebagian besar masih terkendala pembebasan lahan, Rabu (22/7/2020). 

Reporter: M Taufik | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Warga yang lahannya sudah dibebaskan untuk Frontage Road Sidoarjo diminta segera membongkar bangunan yang ada di atas lahan yang telah dibebaskan.

Permintaan itu disampaikan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor melalui surat kepada warga yang lahannya sudah dibeli.

Terdapat 148 bangunan milik warga dari 8 desa yang berada di 3 kecamatan. Yakni Desa Kedungrejo dan Desa Waru yang berada di Kecamatan Waru; Desa Sawotratap, Desa Gedangan, Desa Sruni, Desa Tebel yang berada di Kecamatan Gedangan; serta Desa Banjarkemantren, dan Desa Buduran yang berada di Kecamatan Buduran.

Menurut Gus Muhdlor, panggilan Ahmad Muhdlor, Pemkab Sidoarjo memberikan waktu 30 hari sejak warga menerima surat tersebut untuk melakukan pembongkaran bangunannya sendiri.

Apabila tidak dilakukan, Pemkab Sidoarjo akan menerjunkan alat berat untuk melakukan pembongkaran.

Pasalnya Pemkab Sidoarjo ingin secepat mungkin melanjutkan progres pembangunan frontage road tahun ini.

Baca juga: Penggabungan Kelurahan Korban Lumpur Lapindo Dapat Lampu Hijau dari DPRD Sidoarjo

"Batas waktunya 30 hari, mohon dibongkar secara mandiri, dipindahkan mulai sekarang, kalau tidak, kita bongkar sendiri," ucapnya, Kamis (10/6/2021).

Gus Muhdlor juga tak menampik bila masih ada lahan frontage road yang masih belum dibebaskan. Permasalahannya ada pada lahan warga itu sendiri.

Seperti permasalahan sengketa waris. Begitu pula dengan makam dan masjid. Namun dirinya meyakinkan permasalahan tersebut akan segera diatasi. Hanya butuh waktu dan proses.

"Ada beberapa masalah, sengketa waris dan lain-lain yang memang butuh proses, butuh waktu, ada makam, ada masjid yang memang ini butuh waktu," ujarnya.

Dalam surat perintah pembongkaran bangunan tertanggal 8 Juni 2021 tersebut terlampir nama-nama warga yang bersangkutan.

Disebut Gus Muhdlor, pihak kecamatan saat ini tengah mensosialisasikan surat tersebut. Diharapkan dalam waktu dekat semua bisa terselesaikan.

"Hari ini semua sudah sosialisasi di bawah, semua camat sudah turun untuk mensosialisasikan surat ini," ucapanya.

Berita tentang Sidoarjo

Berita tentang Jawa Timur

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved