Breaking News:

Berita Malang

Alami Patah Tulang, Tiga Calon TKW di Malang yang Kabur dari PT CKS Harus Jalani Operasi

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menjenguk tiga calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang kabur dari Balai Latihan

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/kukuh
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata. 

Reporter: Kukuh Kurniawan I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menjenguk tiga calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang kabur dari Balai Latihan Kerja Luar Negeri PT Central Karya Semesta (CKS).

Para calon TKW itu dijenguk oleh Benny Rhamdani saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (12/6/2021).

Seperti diketahui, dari lima calon TKW yang kabur dari Balai Latihan Kerja PT CKS pada Rabu (9/6/2021) malam, tiga orang terjatuh dan mengalami patah tulang.

Saat ini, ketiga orang tersebut dalam perawatan medis, serta harus menjalani operasi.

"Baiq mengalami patah tulang kaki kiri. Minarti mengalami patah tulang belakang punggung dan patah tulang kaki kiri," ujar Benny Rhamdani kepada TribunJatim.com saat ditemui di Polresta Malang Kota, Sabtu (12/6/2021).

"Untuk Fauziah agak berat, karena mengalami patah tulang pinggang, patah tulang pinggul, dan patah tulang kaki. Semuanya, tindakan medis yang diambil adalah operasi," sambungnya.

Ia juga meminta kepada tiga calon TKW yang sedang dirawat di rumah sakit, untuk tidak takut memberikan keterangan pada polisi.

"Jadi kami mencoba memotivasi mereka. Mereka tidak boleh takut, karena proses hukum sedang bekerja. Mereka tidak boleh takut untuk menceritakan apa adanya, sesuai apa yang ditanyakan oleh pihak kepolisian. Selain itu, mereka juga dalam perlindungan BP2MI," bebernya.

Dirinya mengungkapkan, para calon TKW adalah pahlawan devisa bagi negara.

"Mereka penyumbang devisa terbesar kedua setelah minyak bumi dan gas di Indonesia. Total devisa yang disumbangkan oleh pekerja migran ke pemerintah mencapai Rp159,6 triliun," jelasnya.

Selain itu, Benny juga menambahkan, pemerintah menjamin seluruh biaya pengobatan tiga calon TKW tersebut.

"Pembiayaan pengobatan, perawatan hingga sembuh, tanggung jawab negara dalam hal ini BP2MI. Kami juga menolak alasan dari pihak perusahaan, apakah alasan niat baik, kami tidak menerima sepeser pun. Seberapa pun besar (biaya) yang diminta oleh pihak rumah sakit, sebagai risiko dari pengobatan dan perawatan menjadi tanggung jawab negara," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved