Berita Surabaya

Bisnis Plus Basmi Nyamuk Demam Berdarah, Warga Eks Lokalisasi Dolly Belajar Budidaya Ikan Cupang

Warga kawasan eks lokalisasi Dolly mengikuti pelatihan budidaya ikan cupang. Upaya menekan jumlah kasus demam berdarah.

Tayang:
Penulis: Zainal Arif | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
CUPANG KENDALIKAN DBD - Warga Kelurahan Putat Jaya RT 02 RW 11 mengikuti materi tentang pengendalian Vektor DBD dengan cara beternak ikan cupang dari tim Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. Selain itu juga diberikan sepasang cupang serta cara perawatannya kepada warga dengan harapan kedepan bisa membudidayakan sendiri serta bisa mendapatkan hasil dari beternak cupang. 

Reporter: Zainal Arif | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Guna menekan jumlah kasus demam berdarah di kawasan eks lokalisasi Dolly, Puskesmas Putat Jaya melatih warga Kelurahan Putat Jaya RT 02 RW 11 di Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya untuk membudidayakan ikan cupang.

20 warga dari 20 rumah dikawasan tersebut mengikuti pelatihan budidaya ikan cupang yang dipandu langsung oleh Dani, pengusaha ikan cupang dari Surabaya.

Maya Santyawati selaku penggagas Inovasi Kupang "Kubisa Ternak Cupang" mengatakan eks lokalisasi Dolly sengaja dipilih dikarenakan tinggi jumlah kasus demam berdarah di kawasan tersebut.

"Karena kami lokasinya di Putat Jaya, eks lokalisasi Dolly menjadi salah satu kawasan yang DBDnya tinggi sehingga kami lakukan inovasi ini disini," ujar Maya kepada TribunJatim.com, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Baru Lulus SMA Lalu Bisnis Ikan Cupang, Verdi Tiap Bulan Untung Rp 15 Juta, Modal Hanya Rp 500 Ribu

Menurutnya, pertumbuhan nyamuk meningkat karena memasuki musim penghujan. Selain Itu faktor lingkungan juga mempengaruhi pertumbuhan populasi nyamuk.

Diantaranya menyimpan barang bekas, tidak menguras bak mandi, dan lain-lain. Hal itu menyebabkan nyamuk dekat dengan manusia.

Dalam membasmi jentik nyamuk, Maya bersama Beberapa Dosen Unair memilih Ikan cupang plakat sebagai tindakan preventif. 

Hal tersebut dianggap efektif agar warga terhindar dari penyakit Demam Berdarah.

"Dimana Jentik ini merupakan tahap larva dari nyamuk, jentik hidup di air dan memiliki perilaku mendekat atau menggantung pada permukaan air untuk bernapas," ujarnya.

Para warga terlihat antuasias dalam mengikuti kegiatan pelatihan budidaya ikan cupang kali ini. 

Dimana selain menjaga kesehatan, langkah ini juga menjadi harapan baik bagi warga setempat untuk bisa berbisnis dengan menjual hasil ikan cupang jika berhasil dalam budidaya nantinya.

Baca juga: Tak Punya Uang Tunai, Pria di Kota Madiun Tukar Emas Batangan Demi Dapatkan Ikan Cupang

Setiap warga diberi sepasang ikan cupang untuk dibudidayakan dirumah masing-masing. 

Agar langkah ini efektif, setiap hari Rabu dalam waktu sebulan Dani akan mengecek perkembangan budidaya yang dilakukan oleh warga.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved