Breaking News:

Menu Diet

Cara Diet Mediterania, Pola Makan Paling Menyehatkan di Dunia, Bikin Langsing dan Usia Lebih Panjang

Satu di antara program diet terbaik ialah diet Mediterania. Lantas bagaimana cara dietnya? Simak pola makan Mediterania ini.

Editor: Arie Noer Rachmawati
Everyday Health bia WARTA KOTA
ILUSTRASI Cara diet Mediterania yang dikenal sebagai pola makan paling menyehatkan di dunia. 

Namun, para ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Minnesota telah membantah mitos ini dan menemukan minyak zaitun menjadi bahan utama untuk usia yang lebih panjang.

Doug Mashek Ph.D. dan timnya telah menghabiskan waktu selama delapan tahun terakhir untuk meneliti manfaat kesehatan dari minyak zaitun.

Baca juga: Cara Diet Nasi Putih Turunkan Berat Badan 3 Kg dalam 1 Minggu, Perhatikan Aturan Makannya

Mereka menemukan bahwa lemak yang ditemukan di dalam minyak zaitun dapat mengaktifkan jalur di sel-sel tubuh kita yang dikenal untuk meningkatkan umur dan mencegah penyakit yang berkaitan dengan penuaan, jalur yang sama yang awalnya diperkirakan diaktifkan oleh anggur merah.

Mereka sebetulnya tidak fokus meneliti pola makan Mediterania pada awalnya, melainkan fokus pada lemak.

“Kami tidak memulai dengan mempelajari diet Mediterania, kami pertama-tama fokus pada lemak," ungkapnya.

Mashek menjelaskan, lemak tersebut dikenal sebagai pelindung terhadap penyakit jantung dan banyak penyakit terkait penuaan lainnya.

Sehingga dengan mengidentifikasi jalur ini, ia memberikan cara berpikir baru tentang bagaimana mengonsumsi minyak zaitun dan diet Mediterania sebenarnya berkaitan dengan manfaat positif terhadap kesehatan.

Ilustrasi diet Mediterania.
Ilustrasi diet Mediterania. (cnn.com)

Namun, Doug menegaskan kita tidak bisa hanya menghabiskan botol demi botol minyak zaitun dan berharap untuk hidup sampai usia 100 tahun.

Kita harus tetap menggabungkan pola makan kaya minyak zaitun dengan puasa, membatasi kalori dan olahraga agar hasilnya optimal.

"Kami menemukan bahwa cara kerja lemak ini adalah pertama kali harus disimpan dalam hal-hal mikroskopis yang disebut tetesan lipid, yang merupakan cara sel-sel kita menyimpan lemak."

"Kemudian, ketika lemak dipecah selama berolahraga atau puasa, misalnya, barulah ada efek positif yang dirasakan," kata dia.

Baca seputar menu diet sehat lainnya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved