Berita Jember

RS dr Soebandi Dirikan Tenda IGD Covid-19 di Pelataran RS, BOR RS di Jember Capai 80 Persen

Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember terus menambah jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Tenda IGD Covid-19 di pelataran RSD dr Soebandi Jember 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember terus menambah jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Bahkan Bupati Jember Hendy Siswanto menginstruksikan RS milik Pemkab Jember itu mengalokasikan 40 persen tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19. Sementara jika mengacu kepada aturan pemerintah pusat, alokasi untuk perawatan Covid-19 adalah 30 persen dari jumlah keseluruhan tempat tidur di RS setempat.

Meski beberapa kali ditambah, tempat tidur pasien Covid-19 terus saja terisi, terutama sejak pekan kedua Juni 2021 hingga pekan pertama Juli 2021 ini.

"Namun bupati meminta 40 persen untuk kamar perawatan pasien Covid-19. Bupati menginstruksikan, agar semua pasien terlayani. Kami siap melaksanakan hal itu," ujar Direktur RSD dr Soebandi Jember dr Hendro Soelistijono kepada Surya, Senin (5/7/2021).

Berdasarkan data terkini dari laman http://pdesoebandi.id/infokamar/tabel_kamar.php, hingga pukul 18.23 Wib, kamar untuk pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi Jember ada 113 tempat tidur (TT) dari keseluruhan tempat tidur sebanyak 330 TT.

Dari 113 TT untuk pasien Covid-19 itu, 94 TT terisi, dan 19 TT masih kosong. Dari ruang perawatan untuk pasien Covid-19, dua di antaranya adalah ruang ICU yang berjumlah tiga TT, tetapi semuanya terisi. 19 TT yang masih kosong itu adalah ruang isolasi. Artinya sekitar 83 persen, tempat TT untuk pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi sudah terpakai.

"Kami memang terus menambah tempat tidur. Tentunya untuk mengubah tempat tidur bagi perawatan pasien Covid-19 butuh waktu," imbuh Hendro.

Karenanya, pihaknya mendirikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Covid-19 Tenda. Tenda berwarna oranye bertuliskan BPBD Provinsi Jawa Timur itu berdiri sejak 2 Juli 2021. Tenda itu berdiri di halaman RSD dr Soebandi Jember.

Hendro menjelaskan, tenda itu berfungsi sebagai IGD Covid-19. "Fungsinya sebagai ruang observasi sebelum masuk ruang isolasi. Selain itu, juga untuk menunggu penyiapan ruang," imbuh Hendro.

Baca juga: Terkuak Misteri Soal Marinir di Bawah Kapal Saat Soeharto Mancing, Harmoko Sempat Jadi Saksi

Untuk menambah ruang isolasi, pihaknya mengubah ruang non-Covid-19 yang okupansinya sedikit menjadi ruang isolasi Covid-19. Ketika diubah menjadi ruang perawatan pasien Covid-19, kata Hendro, pihaknya menyesuaikan sesuai dengan standar ruangan perawatan pasien Covid-19.

RSD dr Soebandi Jember merupakan RS rujukan untuk wilayah Jawa Timur bagian timur. Karenanya, rumah sakit yang berada di Kecamatan Patrang itu, harus siap dan siaga menerima kiriman pasien, baik Covid-19 maupun non-Covid-19.

Sementara, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) pasien Covid-19 di rumah sakit lain di Jember juga tidak jauh berbeda dengan RS Soebandi Jember.

10 RS yang menerima pasien Covid-19 di Jember, selain RSD dr Soebandi, juga mengalami lonjakan pasien Covid-19. BOR 10 RS tersebut berada di angka 40 persen hingga 100 persen. Sedangkan rata-rata BOR di seluruh RS di Jember mencapai 83,80 persen per 4 Juli 2021.

Bahkan BOR RS Siloam hingga kemarin 4 Juli mencapai 100 persen, alias penuh, baik untuk ruang isolasi ICU maupun isolasi Covid-19 non-ICU.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved