Breaking News:

Berita Gresik

Gus Fik Trader Senior Gresik Yakin Pandemi Covid-19 Bisa Berakhir: Ketenangan Jiwa dan Prokes 

Rachmad Rofik (Gus Fik), seorang trader senior asal Kabupaten  Gresik, mengatakan, pandemi covid-19 bisa selesai dengan sendirinya seperti pandemi

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Sugiyono
KETENANGAN - Gus Fik (surban hijau) bersama rekannya saat acara doa bersama, Sabtu (10/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Rachmad Rofik (Gus Fik), seorang trader senior asal Kabupaten  Gresik, mengatakan, pandemi Covid-19 bisa selesai dengan sendirinya seperti pandemi flu Spanyol pada 1918. Asalkan, warga bersikap tenang, tidak panik, tidak stres dan menjalani kehidupan dengan protokol kesehatan (Prokes), Sabtu (10/7/2021). 

Gus Fik, warga Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik mengatakan, penurunan pandemi covid-19 bisa terjadi secara alamiah. Sebab, pandemi covid-19 dan apapun bencana yang menimpa manusia, pada intinya mirip proses seleksi alam. Yang terkuat yang akan bisa bertahan.

"Seperti flu Spanyol yang memulai debutnya pada 1918 pada akhirnya selesai dengan sendirinya pada 1920. Meski vaksin belum ditemukan. Meski flu tersebut masih berkeliaran dan tidak hilang sepenuhnya dari muka bumi, namun manusia sudah bisa beradaptasi dengan penyakit itu," kata Gus Fik, yang sehari-hari trading dengan sistem Wisefx. 

Pandemi dan apapun bencana yang menimpa manusia pada intinya mirip dengan semacam proses seleksi alam. Yang terkuat yang akan bisa bertahan. Seperti tiga tahun flu spanyol menelan korban 50 juta orang. Covid-19 sampai dengan artikel ini ditulis sudah pada angka kematian 64,631 jiwa. 

Vaksin yang beredar bukanlah obat untuk covid-19, dan obat dari flu yang 10 kali lipat dari flu biasa ini juga belum ditemukan. Di tengah mutasi covid-19 yang terus menerus, sehingga kondisi dan situasi  saat ini mungkin tidak separah pada saat flu Spanyol, dimana angka kematian yang begitu besar dan kebingungan akan solusi yang belum ada dan belum tersedia di zamannya. 

Lebih lanjut Gus Fik mengatakan, saat ini, banyak kasus kematian yang menimpa warga dunia diantaranya adalah akibat covid-19. Namun, ada secercah harapan, yakni adanya mereka yang berhasil sembuh dari penyakit yang diderita. Berdasarkan data yang pasien covid yang sembuh di Indonesia sampai saat ini ada 2,02 juta orang. 

Baca juga: Penerimaan Tahanan Baru di Rutan Kelas I Surabaya Wajib Disertai Surat Keterangan Negatif Covid-19

 
Menurut Gus Fik, ketakutan dan kepanikan hanya akan menurunkan imunitas tubuh. Sebaliknya, ketenangan dan rasa kesabaran akan menghasilkan enzim kekebalan tubuh secara alami yang bisa membantu menangani serangan fisik dan psikis pandemi. 

"Manusia diciptakan memiliki kekuatan dan potensi self-healing. Ini yang kadang kita lupa, manusia memiliki kekuatan survival yang luar biasa. Jika mereka tetap percaya dan tidak frustasi serta panik dengan kondisi di sekitarnya. Sehingga ada pepatah 'Ojo wani-wani, ojo wedi-wedi, tenangno ati' (Jangan terlalu berani, jangan terlalu panik, tetap fokus pada ketenangan hati)," imbuhnya. 

Gus Fik menegaskan, empon-empon khas Indonesia  bisa dioptimalkan dan psikologis manusia harus  tetap terkendali dalam zona ketenangan. Bukan hanya berkutat dalam zona kepanikan dan ketakutan. Rasa percaya pada kekuatan dan potensi diri yang perlu dipupuk. Selain itu,  upaya protokol kesehatan juga  dilakukan. 

"Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh dari pengobatan, dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan. Demikian Ibnu Sina, Bapak Ilmu Kedokteran mengatakan," katanya. 

Dari Pandemi covid-19 yang terus berkepanjangan hingga satu tahun lebih, menurut Gus Fik, mengatakan, pandemi ini akan berakhir, jika  semua siap mengakhirinya, atau berakhir dengan sendirinya dengan 'kecuekan'. 

Contohnya, kasus nol Covid-19 pada komunitas suku Baduy di Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan pelajaran berharga dalam praktik kehati-hatian, kewaspadaan dan selaras dengan alam agar tetap senantiasa bersyukur dan menghargai kehidupan. Sehinga, perlu disiapkan ketenangan jiwa bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Seperti rumus dalam trading, ketenangan dan kesabaran akan menghasilkan kemenangan. Maka, akan menghasilkan keberkahan yang melimpah, dan ada pelajaran berharga jika dalam pandemi kita bisa lebih mawas diri. 'Gratitude is the best medicine!. Rasa syukur adalah pengobatan terhebat!," pungkas Gus Fik. (ugy/Sugiyono). 

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved