Breaking News:

Berita Surabaya

Curhat Pemilik Warkop Surabaya Tekor Melulu Gegera PPKM Darurat, Terus Bersiasat Agar Ada Pemasukan

Curhat pemilik warkop di Surabaya jalani aktivitas di tengah PPKM Darurat. Tekor melulu hingga was-was ancaman penyitaan router Wi-Fi.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Beberapa hari pascaterjadi penyitaan tiga perangkat keras Router Wi-Fi dan 5 bangku pengunjung oleh aparat dalam operasi yustisi PPKM Darurat, suasana sepi tampak di Warkop Titik Kumpul, Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PPKM Darurat yang membatasi waktu operasional aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi sektor unit usaha warung kopi (warkop), membuat sejumlah warkop merumahkan karyawannya.

Hal itu salah satunya dilakukan warkop berdesain semi kafe, berlokasi di Jalan Diponegoro, Wonokromo, Surabaya, bernama Kafe Kofibrik Diponegoro.

Kafe yang berdiri di atas lahan sekitar 500 meter persegi itu, terpaksa merumahkan beberapa karyawannya.

Penanggungjawab Kafe Kofibrik Diponegoro Fajar mengungkapkan, pihaknya mempekerjakan 10 orang karyawan, pada momen biasa sebelum adanya pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Namun sejak adanya serangkaian pembatasan aktivitas masyarakat untuk kesekian kali dengan istilah PPKM Darurat, pihaknya cuma mempekerjakan dua orang karyawan untuk berjaga setiap harinya.

Baca juga: Bagi-Bagi Sembako, Satpol PP Surabaya Sosialisasi PPKM Darurat Lewat Cara Humanis

Fajar menerangkan, pihaknya menerapkan sistem pergantian karyawan (rolling) untuk berjaga di kafe. Dalam satu hari, hanya akan dijaga tidak lebih dari dua orang karyawan.

Cara itu terpaksa dilakukan, karena waktu operasional kafe terbilang singkat, yakni pagi hari hingga pukul 20.00 WIB.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved